• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 34 No. 3 Juni 2017


STRES OKSDATIF OTAK TIKUS PADA INDUKSI HIPOKSIA SISTEMIK KRONIK
Ninik Mudjihartini,* Sri Widia,* Fransiscus Suyatna,** Mohamad Sadikin*
RAT BRAIN’S OXIDATIVE STRESS  IN  CHRONIC SYSTEMIC HYPOXIA INDUCTION

ABSTRACT

Introduction: Brain is a metabolically active organ which consumes 20% of total oxygen and glucose entering the human body. As a result of high energy metabolism level, brain become more sensitive to oxidative stress.

Aims: This study aims to proof the state of oxidative stress, and to analyze the relationship between malonyl dial- dehyde (MDA) and gluthation (GSH) level, with oxidative stress induced by chronic systemic hypoxia (CSH) in rat brain.

Methods: An in vivo experimental model of CSH was carried out using rats, which were randomly divided into 6 treatment groups, i.e. group I as a control group or without hypoxic condition, groups II, III, IV, V, and VI were treated under hypoxic condition for 1, 3, 5, 7, and 14 days, respectively. The results were then analyzed using an ANOVA test and Pearson correlation test.

Results: Increased levels of MDA highest and lowest GSH levels decrease rat brains hypoxia occurs in 5 days, MDA

correlation with GSH obtained strong and significant negative relationship.

Discussion: The CSH induction was able to create an oxidative stress conditions that was identified by an increased MDA and decreased GSH rat brains level. on the 5th day. There were strong negative and significant correlation between MDA and GSH level.

Keyword: Chronic systemic hypoxia, GSH, MDA, rat

ABSTRAK

Pendahuluan: Otak merupakan organ yang metabolismenya sangat aktif, menggunakan 20% dari total O2 dan glukosa yang masuk ke dalam tubuh. Tingginya tingkat metabolisme energi ini menyebabkan otak sensitif terhadap keadaan stres  oksidatif.

Tujuan: Membuktikan keadaan stres oksidatif di otak dengan menganalisis korelasi kadar malonil dialdehid (MDA)

dan glutation (GSH)  pada tikus yang diinduksi  hipoksia sistemik kronik (HSK).

Metode: Studi ekperimental in vivo model HSK pada tikus. Tikus dibagi secara acak menjadi 6 kelompok per- lakuan. Kelompok I mendapat perlakuan normoksia, sedangkan kelompok II, III, IV, V dan VI mendapat perlakuan hipok- sia selama 1, 3, 5, 7 dan 14 hari. Analisis statistik uji Anova dan uji korelasi  Pearson.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kadar MDA tertinggi dan penurunan kadar GSH terendah pada hipoksia 5 hari. Korelasi antara MDA dan GSH hubungan negatif kuat dan bermakna.

Diskusi: HSK pada penelitian ini menimbulkan  stres oksidatif otak tikus yang ditandai dengan peningkatan MDA tertinggi dan penurunan GSH terendah pada hipoksia 5 hari. Hasil korelasi menunjukkan hubungan negatif kuat dan ber- makna antara kadar MDA dengan GSH.

Kata kunci: GSH, hipoksia sistemik kronik, MDA, tikus

------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler FK Universitas Indonesia/ RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: ninikbiokim@gmail.com


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih