• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 34 No. 3 Juni 2017


HUBUNGAN NEUROPATI OTONOM DAN RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SYNDROME PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
Nushrotul Lailiyya,* Sobaryati,* Miftahurachman,* Marina*
ASSOCIATION BETWEEN AUTONOM NEUROPATHY AND THE RISK OF OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SYNDROME IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS

ABSTRACT

Introduction: High prevalence (58%) of obstructive sleep apnea syndrome (OSAS) has been reported in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). This mostly found in T2DM patients with obesity and autonomic neuropathy. That is why it is important to know the factors that influence the risk of OSAS for prevention of the disease.

Aims: To determine the factors influence the risk of OSAS in patients with T2DM.

Methods: This was a cross sectional descriptive analytic study conducted in patients with T2DM in Endocrine Clinic of Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung from September to November 2016. Eligible patients were assessed by the Berlin questionnaire for the risk of OSAS, diabetic autonomic neuropathy assessed by Survey of Autonomic Symptom (SAS) questionnaire. Anthropometric indices were measured. The data was analyzed by t-test, Mann-Whitney U test, and Odds ratio.

Results: 128 subjects were recruited with mean age 59.92±72 years old, and number of male and female were equal. 39.06% subjects were at high risk of OSAS with diabetic autonomic neuropathy (RO=4.32), waist circumference (RO=2.68) body mass index (RO=2.51), and neck circumference were (RO=1.47) as most influencing factors.

Discussion: Diabetic autonomic neuropathy and anthropometric indices (waist circumference, body mass index,

neck circumference) influence the risk of OSAS in T2DM patients.

Keywords: Anthropometry, autonomic neuropathy, obstructive sleep apnea syndrome, type 2 diabetes mellitus

ABSTRAK

Pendahuluan: Obstructive sleep apnea syndrome (OSAS) merupakan gangguan tidur dengan prevalensi tinggi pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 (58%). Hal ini sering ditemukan pada pasien DM dengan obesitas dan neuropati otonom yang berhubungan dengan disfungsi ventilasi yang dapat menyebabkan OSAS. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor yang risiko OSAS sebagai upaya pencegahan.

Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi risiko OSAS pada DM tipe 2.

Metode: Studi deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang pada pasien DM tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung, sejak September hingga November 2016. Subjek dilakukan pengukuran status antro- pometri, penilaian risiko OSAS menggunakan kuesioner Berlin, dan neuropati otonom diabetes dengan kuesioner Survey of Autonomic Symptoms (SAS). Data dianalisis dengan uji t dan uji Mann-Whitney U, dilanjutkan perhitungan rasio Odds (RO).

Hasil: Didapatkan 128 subjek penelitian dengan rerata usia 59,02±9,72 tahun dan proporsi laki-laki dan perempuan yang sama banyaknya. Sebanyak 39,06% subjek tergolong risiko tinggi OSAS dengan faktor-faktor yang berpengaruh adalah neuropati otonom diabetes (RO=4,32), lingkar pinggang (RO=2,68), indeks massa tubuh (RO=2,51), dan lingkar leher (RO=1,47).

Diskusi: Neuropati otonom pada diabetes dan status antropometri (lingkar pinggang, indeks massa tubuh, lingkar leher) meningkatkan risiko OSAS pada pasien DM tipe 2.

Kata kunci: Diabetes melitus tipe 2, neuropati otonom, obstructive sleep apnea syndrome, status antropometri

--------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Padjajaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.

Koresponsdensi: leilyantono@gmail.com


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih