• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 34 No. 3 Juni 2017


HUBUNGAN ASUPAN SERAT PANGAN DENGAN PERUBAHAN KETEBALAN TUNIKA INTIMA MEDIA KAROTIS PASCASTROKE ISKEMIK
Isnawan Widyayanto,* Dodik Tugasworo,* Dwi Pudjonarko*
ASSOCIATION BETWEEN DIETARY FIBER INTAKE AND PROGRESSION OF CAROTID INTI- MA-MEDIA THICKNESS IN POST-ISCHEMIC STROKE

ABSTRACT

Introduction: Dietary fiber has protective effect against progression of atherosclerosis through the regulation of serum lipid. Carotid intima-media thickness (cIMT) is a marker of atherosclerosis and related with stroke risk incidence and recurrent stroke.

Aims: To investigate relation between dietary fiber intake and cIMT progression in post-ischemic stroke patients.

Methods: A cohort prospective study on post-ischemic stroke (PIS) patients with onset less than 1 month in Neurol- ogy clinic of Kariadi, Semarang, from Januari-December 2016. The cIMT was assessed by duplex carotid ultrasonography at the baseline and after 6 months follow up. Dietary fiber intake was measured by the Food Frequency Questionnaire. Data were analized using One way Anova, Kruskal-Wallis, Chi-square, Fisher, Pearson, Spearman, and logistic regression.

Results: The mean total dietary fiber intake was 16.8+2.2g/day. The mean cIMT progression rate during 6 months observation was 0.09+0.04 cm. A significant inverse association was observed between cIMT progression and the in- takes of total dietary fiber. Total dietary fiber intake was correlated with significant decreases in low-density lipoprotein (LDL) kolesterol (r=-0.447) and total cholesterol (r=-0.312). Logistic regression analysis showed that dietary fiber intake (RR=5.073, p=<0.001) and High-density lipoprotein (HDL) level (RR=2.063, p=0.041) had effect on cIMT progression.

Discussion: Post-ischemic stroke patients with dietary fiber intake less than 15.9gr/day had a risk to cIMT pro- gression 5.073 times compared with intake of dietary fiber above it. By decreasing total cholesterol and LDL, dietary fiber intake influencing cIMT progression.

Keywords: Carotid intima media thickness, cohort study, dietary fiber, ischemic stroke

ABSTRAK

Pendahuluan: Serat pangan mempunyai efek protektif terhadap progresivitas aterosklerosis melalui pengaturan lipid serum. Hal ini dapat dinilai dengan mengukur ketebalan tunika intima-media (KIM) arteri karotis untuk menurunkan risiko kejadian stroke dan stroke berulang.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan serat pangan dengan perubahan KIM pasien pascastroke iskemik.

Metode: Penelitian kohort prospektif di Poliklinik Saraf RSUP Dr. Kariadi, Semarang, terhadap pasien pascastroke iskemik dengan onset tidak lebih dari 1 bulan, pada Januari-Desember 2016. Dilakukan penilaian KIM menggunakan USG karotis dupleks pada bulan pertama dan ke-6. Asupan serat pangan diukur dengan Food Frequency Questionnaire. Analisis data dengan uji One way Anova, Kruskal-Wallis, Chi-square, Fisher, Pearson, Spearman, dan  regresi logistik.

Hasil: Rerata asupan serat pangan total adalah 16,8+2,2g/hari. Rerata penambahan KIM selama pengamatan 6 bulan adalah 0,09+0,04cm. Semakin besar asupan serat pangan total, semakin kecil penambahan KIM. Serat pangan total berkorelasi dengan penurunan kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) (r=-0,447) dan kolesterol total (r=-0,312) secara signifikan. Pada analisis logistik regresi, asupan serat pangan (RR=5,073) dan kadar high-density lipoprotein (HDL) (RR=2,063) berpengaruh terhadap progresivitas KIM.

Diskusi: Subjek dengan asupan serat pangan <15,9gr/hari memiliki risiko 5,073 kali mengalami progresivitas KIM dibandingkan dengan asupan serat pangan di atasnya. Serat pangan memengaruhi progresivitas KIM dengan menurunkan kadar kolesterol total dan LDL kolesterol.

Kata kunci : Ketebalan intima-media, kohort, serat pangan, stroke iskemik

--------------------------------------------------
*Bagian Neurologi FK Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Korespondensi: isna21one@gmail.com


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih