• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 34 No. 4 September 2017


ANALISIS PREDIKSI ANATOMI VERTEBRA LUMBAL DAN DERAJAT DEGENERASI DISKUS TERHADAP SPONDILOLISTESIS DEGENERATIF
Risda Fitriyani,* Nasirun Zulqarnain,* Hermina Sukmaningtyas*
PREDICTIVE VALUE OF LUMBAR VERTEBRAL ANATOMY AND DEGREE OF DISC DEGENERATION ON DEGENERATIVE SPONDYLOLISTHESIS

ABSTRACT

Introduction: Disc degeneration is an important factor in vertebra shifting progressivity, for example, degenerative spondylolisthesis which is the cause of low back pain and lumbal instabillity. Anatomically, there are some risk factors for degenerative spondylolisthesis, such as sagittal orientation of the facet joint , lumbal lordotic, abnormality in lumbal index, low disc height, and short spinous process.

Aims: To analyze the relationship between lumbar vertebral anatomy prediction and degree of disc degeneration on degenerative spondylolisthesis.

Methods: A cross-sectional analytic observational study towards subjects who had disc degeneration with degenerative spondylolisthesis and without degenerative spondylolisthesis undergone Lumbosacral MRI in Dr. Kariadi Hospital Semarang, June-November 2015. Statistical analysis used Chi-square, multivariate analysis with double logistic regression, probability test and Odds ratio.

Results: There were 40 subjects who had disc degeneration with degenerative spondylolisthesis, majority were female (67.5%), most often age between 51–60 years old. There was significant correlation between anterior inferior disc height, facet joint orientation and degree of disc degeneration in relation to degenerative spondylolisthesis. Low anterior inferior disc height have predictive value 65% and risk 72 times higher to have degenerative spondylolisthesis. Sagital facet joint orientation had predictive value 91% and risk 273 times higher to have degenerative spondylolithesis. Degree of disc degeneration had predictive value 0.4% and 4.5 times risk higher to have degenerative spondylolisthesis.

Discussion: Low anterior inferior disc height, sagittal facet joint orientation and degree of disc degeneration are risk factors to have degenerative spondylolisthesis.

Keywords: Anterior inferior disc height, degenerative spondylolisthesis, degree of disc degeneration, facet joint orientation

ABSTRAK

Pendahuluan: Degenerasi diskus merupakan faktor penting pada progresifitas pergeseran vertebra, antara lain spondilolistesis degeneratif yang merupakan penyebab nyeri punggung bawah dan instabilitas lumbal. Secara anatomi terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan spondilolistesis degeneratif, seperti orientasi sendi facet sagital, lordotik lumbal, abnormalitas indeks lumbal, tinggi diskus yang rendah, dan prosesus spinosus yang pendek.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor prediksi anatomi vertebra lumbal dan derajat degenerasi diskus

terhadap kejadian spondilolistesis degeneratif, serta mengetahui kemampuan prediksi anatomi vertebra lumbal dan derajat degenerasi diskus terhadap kejadian spondilolistesis degeneratif.

Metode: Penelitian observasional analitik potong lintang terhadap MRI lumbosakral pasien dengan degenerasi diskus dengan dan tanpa disertai spondilolistesis degeneratif di RSUP Dr. Kariadi Semarang, selama bulan Juni-November

2015. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square, analisis multivariat regresi logistik berganda, uji probabilitas, dan

rasio Odds.

Hasil: Didapatkan 40 subjek yang mayoritas perempuan (67,5%) dan berusia 51-60 tahun. Terdapat hubungan yang bermakna antara tinggi diskus anterior inferior, orientasi sendi facet dan derajat degenerasi diskus terhadap spondilolistesis degeneratif. Tinggi diskus anterior inferior yang rendah mempunyai nilai prediksi 65% dan risiko 72 kali untuk terjadi spondilolistesis degeneratif. Orientasi sendi facet sagital mempunyai nilai prediksi 91% dan risiko 273 kali untuk terjadi spondilolistesis degeneratif. Derajat degenerasi diskus mempunyai nilai prediksi 0,4% dan risiko 4,5 kali untuk terjadi spondilolistesis degeneratif.

Diskusi: Tinggi diskus anterior inferior yang rendah, orientasi sendi facet sagital dan derajat degenerasi diskus merupakan faktor risiko terjadinya spondilolistesis degeneratif.

Kata kunci: Derajat degenerasi diskus, orientasi sendi facet, tinggi diskus anterior inferior, spondilolistesis degeneratif

---------------------------------------------------------
*Departemen Radiologi FK Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Korespondensi: risdaradiologi@gmail.com.


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih