• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 34 No. 4 September 2017


PERAN MAMMALIAN TARGET OF RAPAMYCIN DALAM EPILEPSI
Machlusil Husna,* Shahdevi Nandar Kurniawan*
THE ROLE OF MAMMALIAN TARGET OF RAPAMYCIN IN EPILEPSY

 ABSTRACT

Mammalian target of rapamycin (mTOR) is a large serine/threonine kinase which plays major role in many cellular processes such as growth regulation and cellular metabolism, development and proliferation of adaptive immune function, and cell death through apoptosis and autophagy. The mTOR signal pathway works as molecular system integrator to support cellular and organism interactions with the environment. Disturbance of mTOR signaling pathways are found in genetic and acquired epilepsy syndromes, such as infantile spasms (IS), temporal lobe epilepsy (TLE), status epilepticus (SE), traumatic brain injury (TBI) and neonatal hypoxia-ischemia. Therefore, mTOR modulation could be a new alterna- tive approach to epilepsy therapy, and even antiepileptogenesis.

Keywords: Epilepsy, epileptogenesis, mTOR

ABSTRAK

Mammalian target of rapamycin (mTOR) adalah serin/treonin kinase berukuran besar yang berperan penting dalam berbagai proses selular, seperti regulasi pertumbuhan dan metabolisme sel, perkembangan dan proliferasi fungsi imun adaptif, serta kematian sel melalui apoptosis dan autofagi. Jalur sinyal mTOR bekerja sebagai integrator sistem molekuler untuk mendukung interaksi selular dan organisme dengan lingkungan. Jalur tersebut mengalami gangguan regulasi pada sindroma epilepsi genetik dan yang didapat, seperti spasme infantil, epilepsi lobus temporal (ELT), status epileptikus (SE), traumatic brain injury (TBI), dan neonatal hypoxia–ischemia. Oleh karena itu, modulasi mTOR dapat menjadi pendekatan alternatif baru untuk terapi epilepsi dan bahkan sebagai antiepileptogenesis.

Kata kunci: Epilepsi, epileptogenesis, mTOR

----------------------------------------------------------------
*SMF Neurologi FK Universitas Brawijaya/RS Saiful Anwar, Malang.

Korespondensi: drmachlusilhusna@gmail.com.


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih