• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 35 No. 1 Desember 2017


ENSEFALITIS ANTIRESEPTOR NMDA: ENSEFALITIS DENGAN GEJALA AWAL PSIKOSIS
Riwanti Estiasari,* Darma Imran,* Kartika Maharani,* David Pangeran,* Fitri Octaviana,* Dewi Wulandari**

ANTI-NMDA RECEPTOR ENCEPHALITIS: ENCEPHALITIS PRESENTING WITH EARLY PSYCHOSIS SYMPTOMS

ABSTRACT

Anti N-methyl-D-aspartate (NMDA) receptor encephalitis is seldom found in Indonesia. The atypical initial presentation of psychosis and cognitive disturbance results in underdiagnosed, or even undiagnosed case. This report described a 12-year-old girl presenting with initial psychiatric symptom followed by seizure and oropharyngeal dystonia. Anti-NMDA receptor antibody test carried out on both serum and  cerebrospinal  fluid (CSF) were positive and  no other pathogen was detected in the CSF. Clinical improvement was seen following the third day of methylprednisolone administration. This case demonstrates the importance of considering anti-NMDA receptor encephalitis or the other autoimmune encephalitis as the differential of infective encephalitis. Anti-NMDA receptor antibody test, which can already be performed in Indonesia, will greatly guide to the definitive diagnosis.

Keywords: Encephalitis, NMDA, oropharyngeal dystonia, psychiatric

ABSTRAK

Ensefalitis antireseptor N-metil-D-aspartat (NMDA) masih jarang ditemukan di Indonesia. Gejala awal yang tidak khas berupa psikosis dan gangguan kognitif menyebabkan keterlambatan diagnosis, atau bahkan tidak terdiagnosis, ensefalitis jenis ini. Berikut dilaporkan kasus seorang perempuan 12 tahun dengan gejala awal berupa gejala psikiatrik yang diikuti dengan kejang dan munculnya distonia orofaring. Pemeriksaan antibodi antireseptor NMDA pada serum dan cairan serebrospinal (CSS) positif dan tidak ditemukan patogen lain pada pemerikaan CSS. Perbaikan klinis terlihat setelah pemberian metilprednisolon selama 3 hari. Kasus ini memperlihatkan pentingnya mempertimbangkan diagnosis ensefalitis antireseptor NMDA atau ensefalitis autoimun lainnya sebagai diagnosis banding pada kasus ensefalitis infeksi. Oleh karena itu, pemeriksaan antibodi antireseptor NMDA yang telah dapat dilakukan di Indonesia akan sangat membantu proses penegakan diagnosis.

Kata kunci: Distonia orofaring, ensefalitis, NMDA, psikiatrik

---------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta; **Departemen Patologi Klinik FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: riwanti.estiasari04@ui.ac.id.


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih