• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 35 No. 2 Maret 2018


EFEKTIVITAS TERAPI CERMIN TERHADAP PERBAIKAN MOTORIK LENGAN PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT
Machyono,* Andi Kurnia Bintang,* Jumraini Tammasse,* Cahyono Kaelan,* Abdul Muis,* Idham Jaya Ganda**
EFFECTIVENESS OF MIRROR THERAPY ON RECOVERY OF ARM MOTOR FUNCTION IN PATIENTS WITH ACUTE ISCHEMIC STROKE

ABSTRACT

Introduction: Disability after stroke often happens and burden patients to perform their daily activity. Mirror therapy is an intervention focused on hand and leg movement of the affected side based of mirror neuron principal. This new technique using mirror is simple, affordable, and effective.

Aim: To investigate the effectiveness of mirror therapy (MT) on recovery of arm motor function in patients with acute ischemic stroke.

Methods: Randomized clinical trial with parallel design an patient with ischemic stroke admitted to Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar, June to July 2017. Subjects were allocated into standard with mirror therapy group and standard therapy alone. Mirror therapy was done for 30 minutes everyday for 10 days. Action Research Arm Test (ARAT) at the first and the tenth day were compared using independent t test.

Results: There were 32 subjects with 16 subjects in each group. Majority of subjects were men (59,4%), age 45-54 years (31,2%), had history of hypertension (81,2%), came at the third day of onset (28,1%), and a right side motor deficit (59,4%). Difference in ARAT score was higher in group receiving standard + mirror therapy than in group receiving standard therapy alone (15,56 vs 7,69).

Discussion: Arm motor function recovery were significant on group receiving standard + mirror therapy compared to control after 10 days of intervention, especially grasping movement.

Keywords: Action research arm test, ischemic stroke,mirror therapy

ABSTRAK

Pendahuluan: Kelumpuhan ekstremitas pascastroke merupakan masalah yang sering terjadi dan sangat mengganggu pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Terapi cermin merupakan terapi intervensi yang difokuskan pada gerakan tangan atau kaki yang paresis akibat stroke dengan prinsip mirror neuron. Teknik ini relatif baru, sederhana, murah, dan efektif dengan menggunakan bantuan cermin.

Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi cermin terhadap perbaikan motorik lengan pada pasien stroke iskemik akut.

Metode: Uji klinis terandomisasi dengan desain paralel terhadap pasien stroke iskemik akut yang dirawat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar pada bulan Juni hingga Juli 2017. Subjek dibagi menjadi kelompok terapi yang mendapatkan tambahan terapi cermin dan kelompok kontrol yang hanya mendapatkan terapi standar. Terapi cermindilakukan 30 menit setiap hari selama sepuluh hari. Dilakukan perbandingan skor action research arm test (ARAT) sebelum dan sesudah terapi dengan uji ttidak berpasangan.

Hasil: Didapatkan 32 subjek yang masing-masing terdiri dari 16 subjek pada tiap kelompok. Mayoritas subjek adalah laki-laki (59,4%), usia 45-54 tahun (31,2%), memiliki riwayat hipertensi (81,2%), onset terbanyak pada hari ke-3 (28,1%), dan memiliki gangguan motorik pada sisi kanan (59,4%). Rerata selisih skor ARAT lebih tinggi pada kelompok terapi standar dan terapi cermin dibandingkan kelompok terapi standar saja (15,56 vs 7,69).

Diskusi: Terdapat perbaikan fungsi motorik lengan yang signifikan antara kelompok dengan terapi cermin dan kelompok kontrol setelah 10 hari terapi cermin, terutama pada gerakan menggenggam (grasp).

Kata kunci: Action research arm test, stroke iskemik, terapi cermin

--------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Hasanuddin, Makassar; **Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Hasanuddin, Makassar.

Korespondensi: denise.dewanto@yahoo.com.


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih