• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 35 No. 2 Maret 2018


HUBUNGAN PANJANG SARAF ULNARIS DI KOMPARTEMEN POSTERIOR DENGAN PANJANG LENGAN ATAS SEBAGAI ACUAN TERAPI
Regina Marvina Hutasoit,* Vita Murniati Tarawan Lubis,* Arifin Soenggono*
CORRELATION BETWEEN ULNARIS NERVE LENGTH IN POSTERIOR COMPARTMENT AND UPPER LIMB LENGTH AS:A REFERENCE FOR THERAPY

ABSTRACT

Introduction: Ulnar nerve is the second most common affected nerve by compression in upper extremity. Medial intermuscular septum separating upper arm into anterior and posterior compartments is suspect to be the sites of ulnar nerve compression. Various examinations attempt to locate accurate nerve compression sites to minimize surgery side effects.

Aim: This study analyze ratio of ulnar nerve length in posterior compartment using anatomical dissection method with upper arm  length using anthropometry method and  to analyze correlation of ulnar nerve length in posterior compartment with upper arm  length.

Methods: This is a descriptive analytical study with a cross sectional design on cadaver between May to June 2017 at Anatomy Laboratorium Medical Faculty University of Padjajaran, Bandung. The length of cadaver upper arm was measured with antropometry method and ulnar nerve length in posterior compartment by anatomical dissection. The measurements were statistically analyzed with Pearson correlation.

Result: The average length of 9 cadaver or 18 right upper arm (right and left) was 38.3cm for right and 38.0cm for left. While the average length of right and left ulnar nerve in posterior compartment were 11.7cm and 11.4cm respectively, thus the average ratio length of upper arm with ulnar nerve length was 1:3. Analysis using Pearson correlation show a positive correlation on left and right arm, although not significant. Contrast to existing theory, the ulnar nerve crossed in one-third of the posterior upper arm compartment. In minimal invasive decompression this finding could be reference to extend the incission to become 11.7cm for right and 11.4cm for left arm to avoid re-decompression.

Discussion: The average ratio length of upper arm with ulnar nerve length was 1:3. There is a positive between the length of ulnar nerve on the posterior compartment and the length of upper arm, although not significant.

Keyword: Posterior compartment, ulnar nerve length, upper arm length ratio

ABSTRAK

Pendahuluan: Saraf ulnaris menempati urutan kedua saraf yang sering terkena sindrom kompresi pada ekstremitas atas. Septum intermuskularis medial yang memisahkan lengan atas menjadi bagian kompartemen anterior dan posterior dicurigai menjadi salah satu tempat terjadinya kompresi saraf ulnaris. Berbagai pemeriksaan berupaya menemukan lokasi kompresi saraf yang akurat untuk meminimalisir efek samping dari terapi khususnya operasi.

Tujuan: Menilai hubungan perbandingan panjang saraf ulnaris di kompartemen posterior berdasarkan diseksi anatomis dengan panjang lengan atas secara antropometri.

Metode: Penelitian deskriptif analitik secara potong lintang pada kadaver pada bulan Mei hingga Juni 2017 di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Jatinangor. Panjang lengan atas kadaver diukur secara antropometri, sedangkan panjang saraf ulnaris pada kompartemen posterior berdasarkan diseksi anatomi. Hasil pengukuran dinilai secara statistik menggunakan uji korelasi Pearson.

Hasil: Pengukuran terhadap 9 kadaver atau 18 lengan atas (kanan dan kiri) mendapatkan rerata panjang lengan atas kanan 38,3cm dan kiri 38cm. Adapun rerata panjang saraf ulnaris kanan dan kiri di kompartemen posterior masing- masing 11,7cm dan 11,4cm, sehingga didapatkan perbandingan rerata panjang jarak lengan atas dengan panjang saraf ulnaris adalah 1:3. Analisis uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif pada lengan kiri dan kanan walaupun tidak signifikan. Saraf ulnaris didapatkan menyilang di sepertiga kompartemen posterior lengan atas, berbeda dengan teori yang ada. Pada operasi yang memakai metode minimal invasive decompression, temuan ini dapat menjadi pertimbangan untuk memperluas garis insisi 11,7cm pada lengan kanan dan 11,4cm kiri untuk menghindari dekompresi ulang.

Diskusi: Didapatkan perbandingan rerata panjang saraf ulnaris di kompartemen posterior dengan panjang lengan atas 1:3. Terdapat hubungan positif antara panjang saraf ulnaris di kompartemen posterior dengan panjang lengan atas walaupun tidak bermakna.

Kata kunci: Kompartemen posterior, panjang saraf ulnaris, perbandingan panjang lengan atas

-----------------------------------------------------
*Magister Ilmu Kedokteran Dasar FK Universitas Padjajaran, Bandung.

Korespondensi: r_marvina_h@yahoo.co.id.


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih