• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 35 No. 2 Maret 2018


HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN STROKE DENGAN KEJADIAN STROKE-ASSOCIATED PNEUMONIA
Rega Dwi Wandira,* Lisda Amalia,** Iwan Fuadi**
ASSOCIATION BETWEEN STROKE SEVERITY AND STROKE-ASSOCIATED PNEUMONIA

ABSTRACT

Introduction:Stroke-associated pneumonia (SAP) occurs in 5-26% and decreases the quality of life and clinical outcomes of stroke patients. One of the factors that affect the incidence of SAP is the stroke severity.

Aims: To determine the association between the stroke severity and the incidence of stroke-associated pneumonia in the neurological ward of Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung.

Methods:This is an analytic retrospective (historical) cohort design study. The study population was stroke patients who were treated in the neurological ward of Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung between 2014-2016. Exclusion criteria were patient with pneumonia other than SAP and using mechanical ventilation. Stroke severity was assessed using NIHSS (National Institute of Health Stroke Scale). Chi-square was used to determine inter-variable association.

Results: Among 81 subjects, 24 were assessed as SAP (29.6%). The SAP prevalence were mostly male (58.3%), age group between 65-74 year old (41.7%) with hypertension risk (87.5%), stroke onset <48 hours, lesion location on left hemisphere, onset of SAP≥48 hours, and those with consciousness impairment. Those with high stroke severity tend to have higher risk of pneumonia 3.063 times compare to patients with low stroke severity.

Discussion:There was a significant association between the severity of stroke and the incidence of SAP in the neurological ward of Dr. Hasan Sadikin Hospital, Bandung.

Keywords: NIHSS, stroke-associated pneumonia, stroke severity

ABSTRAK

Pendahuluan: Stroke-associated pneumonia (SAP)cukup sering terjadi (5-26%) pada pasien stroke, sehingga menurunkan angka kualitas hidup dan luaran klinis.Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian SAP adalah derajat keparahan stroke.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara derajat keparahan stroke dengan kejadian SAPdi Ruang Rawat Neurologi RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.

Metode: Penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif (historikal) terhadap pasien stroke iskemik yang di rawat di Ruang Rawat Neurologi RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung pada tahun 2014-2016. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan pneumonia selain SAP dan menggunakan alat ventilasi mekanik. Derajat keparahan stroke dinilai menggunakan skor NIHSS (National Institutes of Health Stroke Scale). Uji korelasi Chi-square digunakan untuk melihat hubungan antar-variabel.

Hasil: Didapatkan 81 subjek yang 24 orang di antaranya  mengalami SAP (29,6%). Prevalensi SAP tertinggi pada laki-laki (58,3%) kelompok usia 65-74 tahun (41,7%) dengan faktor risiko hipertensi (87,5%), onset stroke<48 jam, lokasi lesi di hemisfer kiri, onset SAP≥48 jam, serta pada subjek dengan penurunan kesadaran. Subjek dengan derajat keparahan stroke berat memiliki risiko terjadinya pneumonia 3,063 lebih tinggi dibandingkan dengan derajat keparahan ringan.

Diskusi: Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat keparahan stroke dengan kejadian SAP di Ruang Rawat Neurologi RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.

Kata kunci: Derajat keparahan stroke, NIHSS, stroke-associated pneumonia

--------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Ilmu Penyakit Saraf FK Universitas Padjadjaran, Bandung; **Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Universitas Padjadjaran, Bandung.

Korespondensi: regadwiwandira@gmail.com.


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih