• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 35 No. 3 Juni 2018


PERAN VISUAL EVOKED POTENTIAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 DENGAN DAN TANPA RETINOPATI DIABETIK
Bill Jones Tanawal,* Melke Joanne Tumboimbela,** Corry Novita Mahama**
ROLE OF VISUAL EVOKED POTENTIAL IN TYPE-2 DIABETES MELLITUS WITH AND WITHOUT DIABETIC RETINOPATHY

ABSTRACT

Introduction: Diabetic retinopathy (DR) is a common complication of type-2 diabetes mellitus (T2DM). Minimal functional change of neural layers of the retina occurs before structural changes, thus undetected by funduscopy. This damage could be identified earlier by P100 latency changes in visual evoked potential (VEP).

Aims: To find the characteristic of P100 in T2DM with and without DR, its correlation  with the duration of the disease and the level of fasting blood glucose (FBG).

Methods: A cross sectional analysis study was conducted in Prof. dr. R.D. Kandou Hospital, Manado, from November 2017-January 2018. T2DM patients aged 18-60 with visual acuity  >6/60, without neuro-ophtalmological disorders and other metabolic diseases. P100 latency was measured using VEP with reversed checkerboard stimulation.

Results: There were 56 subjects with T2DM, mostly were females (57,1%) and age mean was 54,86±5,65 years. Delayed P100 latency occurred in 85,7% subjects. Diabetic retinopathy subjects showed delayed P100 latency on right (92,31%) and left (88%) eyes while T2DM subjects without retinopathy showed delayed P100 latency on both eyes 70%. There were strong and significant positive correlation between the duration of T2DM and P100 latency on the right and left eyes. There was no significant correlation between fasting blood glucose (FBG) level and P100 latency.

Discussions: Delayed P100 latency occurs in T2DM patients with and without retinopathy. The duration of T2DM correlates with the delay of P100 latency but not with the level of FBG.

Keywords: Diabetic retinopathy, P100, type-2 diabetes mellitus, visual evoked potential

ABSTRAK

Pendahuluan: Retinopati diabetik adalah suatu komplikasi yang umum terjadi pada diabetes melitus tipe-2 (DMT2). Sebelum terjadinya perubahan struktural, lapisan neuron retina pasien DMT2 sudah mengalami perubahan fungsional minimal yang tidak terdeteksi dengan funduskopi. Hal ini dapat diidentifikasi lebih dini berdasarkan gambaran latensi gelombang P100 pada pemeriksaan visual evoked potential (VEP).

Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik nilai gelombang P100 pada pasien DMT2 dengan dan tanpa retinopati diabetik, serta hubungannya dengan lama penyakit dan kadar glukosa darah puasa (GDP).

Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang terhadap pasien DMT2 yang dirawat di RSUP Prof. dr. R.D. Kandou, Manado periode November 2017-Januari 2018. Subjek berusia 18-60 tahun dengan visus >6/60 tanpa adanya kelainan neuro-oftamologi dan penyakit metabolik lain. Dilakukan perekaman VEP menggunakan stimulasi reversed checkerboard dilanjutkan pengukuran latensi gelombang P100.

Hasil: Didapatkan 56 subjek, paling banyak perempuan (57,1%) dan rerata usia 54,86±5,65 tahun. Latensi P100 memanjang pada 85,7% subjek. Pada subjek dengan retinopati ditemukan mayoritas mengalami pemanjangan latensi pada mata kanan (92,31%) dan mata kiri (88%), sedangkan pada subjek tanpa retinopati ditemukan pemanjangan latensi kedua mata adalah 70%. Terdapat hubungan bermakna dengan korelasi positif kuat antara lamanya DMT2 dan latensi P100 kanan dan kiri. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar GDP dan latensi P100.

Diskusi: Pemanjangan latensi P100 terjadi pada subjek DMT2 dengan dan tanpa retinopati. Lamanya DMT2 berhubungan dengan pemanjangan latensi P100, tetapi kadar GDP tidak berhubungan dengan pemanjangan latensi P100.

Kata kunci: Diabetes melitus tipe-2, P100, retinopati diabetik, visual evoked potential

 --------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Sam Ratulangi/RSUP Prof. dr. R.D. Kandou, Manado.

Korespondensi: billjones140@gmail.com.


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih