• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 1 Oktober 2009


GAMBARAN SYMPATHETIC SKIN RESPONSE PADA STROKE ISKEMIK
Melke J Tumboimbela*, Bob Santoso Wibowo**, Freddy Sitorus**, Joedo Prihartono***

GAMBARAN SYMPATHETIC SKIN RESPONSE PADA STROKE ISKEMIK

ABSTRACT

Background: Autonomic disturbance is one of the common clinical feature in stroke, but there was a small attention attention has been given as to various features of sympathetic dysfunction such as sudomotor dysregulation in cerebrovascular diseases. Although the exact pathogenesis of these disorders is uncertain, it has been suggested that some of these symptoms have commonly been associated with increased activity of the sympathetic nervous system. Sympathetic skin response (SSR) is one of electrophysiology methods to evaluate sympathetic function.

Objective: The purpose of the present study was to investigate the features of SSR evoked by electrical nerve stimulation in patients with ischemic stroke.

Methods: A cross sectional study was conducted. The target population of this study was all ischemic stroke patients in outpatient clinic Department of Neurology Faculty of Medicine University of Indonesia. We recorded the SSR to electric stimulations in 54 patients with brain infarction.

Results: Out of 54 subjects who were enrolled in this study, 61.1% were male, 64.8% between ages 45 – 65 years, 59.3% had an overweight, and 83.3% with hemispheric brain infarction. Abnormal SSR were found in 37 (68.5%) patients, 26 (48.2%) with prolonged latencies and 11 (20.4 %) SSR was absent and bilaterally abnormal SSR were found in 25 (46.3%) patients (21 [38.9%] in hemispheric and 4 [7.4%] in brain stem infarction while unilateral abnormality were found in 12 (22.3%) patients (9 [16.6%] in hemispheric and 3 [5.6%] in brain stem infarction).

Conclusions: The study results show that SSR are abnormal in the majority of ischemic stroke patients (68.5%). Abnormalities features were found as prolonged latency and absent of SSR. Most of the SSR abnormalities were bilateral.

Keywords: Autonomyc dysfunction, ischemic stroke, sympathetic skin response

ABSTRAK

Latar Belakang: Gangguan otonom adalah salah satu gejala klinis yang umum pada stroke, namun sedikit perhatian yang diberikan pada berbagai gejala disfungsi simpatetik seperti suatu disregulasi sudomotor pada penyakit serebrovaskular. Walau patogenesis dari gangguan ini belum jelas, dipikirkan bahwa beberapa gejala ini umumnya dihubungkan dengan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatetik. Sympathetic skin response (SSR) adalah metode elektrofisiologi untuk mengevaluasi fungsi simpatetik.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari SSR dengan stimulasi saraf elektrik pada pasien dengan stroke iskemik.

Metode: Dilakukan penelitian potong lintang. Target populasi adalah semua pasien stroke iskemik di poliklinik Serebrovaskular Bagian Neurologi FKUI. Dilakukan pemeriksaan SSR dengan stimulasi listrik pada 54 pasien infark otak.

Hasil: Dari 54 subyek yang ikut serta dalam penelitian ini, 61,1% laki-laki, 64,8% berusia antara 45- 65 tahun, 59,3% dengan overweight, dan 83,3% dengan infark hemisferik. SSR abnormal didapatkan pada 37 (68,5%) pasien, 26 (48,2%) dengan pemanjangan latensi dan SSR absen pada 11 (20,4%) dan abnormalitas SSR bilateral ditemukan pada 25 (46,3%) pasien (21 [38,9%] pada infark hemisferik dan 4 [7,4%] pada infark batang otak) sementara abnormalitas unilateral ditemukan pada 12 (22,3%) pasien (9 [16,6%] pada infark hemisferik dan 3 [5,6%] pada infark batang otak).

Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SSR abnormal pada mayoritas pasien stroke iskemik (68,5%). Gambaran abnormalitas berupa perpanjangan latensi dan absennya SSR. Paling banyak abnormalitas SSR bilateral.

--------------------------------------------------------
* Peserta Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi FKUI, Jakarta ** Staf Departemen Neurologi FKUI / RSCM, Jakarta *** Staf Departemen Komunitas FKUI, Jakarta


Download Article