• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 1 Oktober 2009


PEMERIKSAAN ELEKTRONEUROGRAFI SEBAGAI PENILAIAN NEUROPATI PERIFER PADA PEKERJA TERPAPAR VIBRASI
Alifa Dimanti*, Fitri Octaviana**, Jofizal Jannis**, Joedo Prihartono***

PEMERIKSAAN ELEKTRONEUROGRAFI SEBAGAI PENILAIAN NEUROPATI PERIFER PADA PEKERJA TERPAPAR VIBRASI

ABSTRACT

Background: Long term exposure to vibration may cause persistent sensorineuroral disorders as well as vascular and musculoskeletal disorders. Electroneurographic (ENG) examination is a gold standard to evaluate peripheral neuropathy due to vibration exposure in early phase. Hence, it can be used as an early detection before clinical manifestation occurs.

Objectives: The main objectives of this study was to find the prevalence of HAVS based on Stockholm Workshop Scale (SWS), prevalence of peripheral neuropathy based on ENG examination in subject with vibration exposure, and to compare those results.

Methods: This cross-sectional study included 42 bajaj drivers. All subjects were interviewed with Stockholm Workshop Scale and were done ENG examination in all of four extremities.

Results: HAVS based on SWS occurs in 21.7% subjects while peripheral neuropathy as a result of ENG examination was 85.7% in both upper extremities and 14.3% and 7.1% in right and left lower extremities, respectively. Nerve Conduction Study (NCV) abnormality most common occurred in right motor radial nerves and left sensory median nerve. CTS-induced vibration in this study occurred in 19% and 16.7% in right and left hands. Axonopathy was found in all nerves that had been tested. Alcohol consumption has a significant correlation with peripheral neuropathy (p=0.019).

Conclusion: Exposure to vibration caused disorders in peripheral nerves system such as motor and sensory neuropathy, axonopathy, and CTS-induced vibration. ENG examination can be used to detect neuropathy before clinical manifestation occurs.

Keywords: HAVS, peripheral neuropathy, axonopathy, CTS-induced vibration

ABSTRAK

Latar belakang: Paparan vibrasi jangka panjang dapat menimbulkan gangguan pada system sensorineural yang menetap. Pemeriksaan elektroneurografi sebagai baku emas penilaian neuropati perifer diharapkan dapat digunakan sebagai deteksi dini terjadinya neuropati perifer akibat paparan vibrasi.

Tujuan: Mengetahui angka kejadian HAVS berdasarkan SWS, neuropati perifer berdasarkan pemeriksaan elektroneurografi, serta hubungan keduanya, dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Metode: Studi potong lintang pada 42 pengemudi bajaj. Subjek diwawancara dengan menggunakan SWS dan dilakukan pemeriksaan ENG pada keempat ekstremitas. Hasil: HAVS berdasarkan SWS terjadi pada 21.7% subjek. Neuropati perifer berdasakan pemeriksaan ENG terjadi pada 85.7% ekstremitas atas kanan dan kiri serta ekstremitas bawah kiri 14.3% dan kanan 7.1%. Penurunan KHS pada subjek paling banyak terjadi pada N..Radialis motorik kanan dan N.Medianus sensorik kiri. STK akibat vibrasi pada tangan kanan dan kiri adalah 19% dan 16.7%. Aksonopati terjadi pada semua saraf yang diperiksa. Alkohol memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian neuropati perifer.

Kesimpulan: Paparan vibrasi menimbulkan gangguan pada sistem saraf berupa neuropati motoric dan sensorik, aksonopati, dan sindroma terowongan karpal (STK). Pemeriksaan elektroneurografi dapat digunakan untuk mendeteksi neuropati sebelum timbul manifestasi klinis.

Kata Kunci: HAVS, neuropati perifer, aksonopati, STK akibat getaran

---------------------------------------------
* Peserta Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi FKUI, Jakarta ** Staf Departemen Neurologi FKUI / RSCM, Jakarta *** Staf Departemen Komunitas FKUI, Jakarta


Download Article