• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol. 35 No. 4 September 2018


PENGARUH REPETITIVE TRANSCRANIAL MAGNETIC STIMULATION (r-TMS) TERHADAP INTENSITAS NYERI PENDERITA CENTRAL POST-STROKE PAIN (CPSP)
Dody Perdana Goenadhi,* Jumraini Tammasse,* David Gunawan*
EFFECTS OF REPETITIVE TRANSCRANIAL MAGNETIC STIMULATION (r-TMS) TOWARDS PAIN INTENSITY IN PATIENTS WITH CENTRAL POST-STROKE PAIN (CPSP)

ABSTRACT

Introduction: About 2,7% patients have experienced central post-stroke pain (CPSP) after stroke attack. Repetitive transcranial magnetic stimulation (r-TMS) is a nonpharmacological method to overcome CPSP.

Aims: To determine the effectiveness of r-TMS to reduce pain intensity in patients with CPSP.

Methods: Randomized-controlled trial in Wahidin Sudirohusodo hospital and Inggit clinic from December 2017 until May 2018. Subjects were divided to 2 groups; control, who received standard therapy for CPSP, and treatment, who received standard therapy for CPSP and r-TMS. Repetitive transcranial magnetic stimulation was done using 2000 pulse and 10Hz frequency. Pain intensity was measured with Numerical Pain Rating Scale (NPRS) at baseline, after r-TMS until day 10. Data analysis was done by Mann-Whitney test.

Results: As much as 30 subjects were divided into 2 groups (15 control and 15 treatment). The difference in NPRS score after 10 days of treatment was statistically higher in the treatment group compared to the control (6,67 vs 4,67, p=0,002).

Discussion: There was a significant reduction in pain intensity in the group given r-TMS for 10 cycles.

Keywords: Central pain, NPRS, r-TMS, stroke

ABSTRAK

Pendahuluan: Sebanyak 2,7% pasien mengalami central post-stroke pain (CPSP) setelah serangan. Efektivitas repetitive transcranial magnetic stimulation (r-TMS) merupakan salah satu metoda nonfarmakologis untuk mengatasi CPSP.

Tujun: Mengetahui efektivitas repetitive transcranial magnetic stimulation (r-TMS) terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita CPSP.

Metode: Uji klinis terandomisasi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Klinik Inggit dari Desember 2017 hingga Mei 2018. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol yang mendapat terapi standar dan kelompok perlakuan yang ditambahkan r-TMS. Repetitive transcranial magnetic stimulation dilakukan sebanyak 2000 pulse dengan frekuensi 10Hz. Nyeri diukur dengan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) sebelum dan pascaterapi hingga hari ke-10. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney.

Hasil: Didapatkan 30 subjek yang dibagi menjadi 2 kelompok (15 kontrol dan 15 perlakuan). Selisih skor NPRS setelah sepuluh hari terapi lebih besar secara signifikan pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol (6,67 vs 4,67, p=0,002).

Diskusi: Terdapat penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada kelompok yang diberikan r-TMS selama 10 siklus.

Kata kunci: Central pain, NPRS, stroke, r-TMS

--------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Hasanuddin/RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Korespondensi: dodygoenadhi@gmail.com


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih