• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 2 Maret 2020


INTERAKSI HORMON DAN EPILEPSI
Ahmad Sulaiman Alwahdy,* Astri Budikayanti,* Fitri Octaviana,* Donny Hamid**
HORMONE AND EPILEPSY INTERACTION

ABSTRACT

Hormones are signaling chemical molecules between cells that circulated in blood within the human body and play important roles for human being. Unfortunately, not all their functions are known, especially in epilepsy. Studies reported interactions between hormones and epilepsy, also with antiepileptic drugs (AEDs). For example, seizures may be induced by estrogen, whileAEDs can decrease hormone level by inducing enzyme in P450 cytochrome and accelerating hormone clearance.These conditions are known as tridirectional interactions. Understanding the interactions between hormones, epilepsy and AEDs would raise an awareness and insight for clinicians especially neurologist for basic knowledges as considerations in treating patients with epilepsy.

Keyword: Antiepileptic drugs, epilepsy, hormone, seizure

ABSTRAK

Hormon merupakan molekul pembawa pesan kimiawi antar sel yang berada dalam tubuh manusia, beredar di dalam darah dan sangat penting bagi kehidupan manusia. Perannya pada epilepsi belum seluruhnya diketahui, akan tetapi berbagai penelitian yang ada menunjukan adanya interaksi antara hormon dan epilepsi begitu juga terhadap obat antiepilepsi (OAE). Sebagai contoh, bangkitan epilepsi dapat dicetuskan oleh estrogen, namun beberapa OAE yang merupakan penginduksi enzim sitokrom P450 di hati, dapat menurunkan kadar hormon di dalam tubuh dan juga mempercepat pembersihan hormon terutama hormon steroid seks. Hubungan ketiga faktor ini menciptakan hubungan yang disebut hubungan tridireksional. Dengan memahami mengenai interaksi yang terjadi antara hormon, epilepsi dan OAE, diharapkan dapat membuka wawasan bagi neurologis untuk memiliki pengetahuan dasar sebagai pertimbangan dalam tata laksana pasien epilepsi.

Kata kunci: Bangkitan,epilepsi, hormon, obat antiepilepsi

----------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta; **SMF Neurologi RSUD Pasar Rebo, Jakarta.

Korespondensi: ule842002@yahoo.com.


Download Article


Vol. 37 No. 2 Maret 2020


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics