• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 2 Maret 2020


PENYAKIT CHARCOT MARIE TOOTH ONSET LANJUT
Kenny Merryn,* Jimmi Sabirin,* Octaviani*
LATE ONSET CHARCOT MARIE TOOTH DISEASE

ABSTRACT

Charcot Marie Tooth’s disease (CMT) is a hereditary sensoric motoric polineuropathy. Late onset CMT are rare reported in Indonesia. A woman 48 years old has numbness in her both arm and leg gradually since 5 years ago, followed by deformities and weakness. Her cousin has the same disease. In physical examination, there were flaccid type tetraparesis, socks and gloves hypesthesia, steppage gait, pes cavus, hammer toes, thenar, hypothenar, and extensor hallucis longus muscle atrophy bilaterally. Electrophysiology studies showed mixed sensoric and motoric polineuropathy with symetrically demyelinating and uniform slowing. Management were ascorbic acid, neurotrophic, physiotherapy, and occupational therapy.

Keywords: Charcot Marie Tooth, hammer toes, pes cavus, steppage gait

ABSTRAK

PenyakitCharcot Marie Tooth (CMT) merupakan polineuropati motorik dan sensorik herediter. Kasus CMT onset lanjut di Indonesia masih sangat jarang dilaporkan. Seorang wanita 48 tahun mengalami kesemutan pada kedua lengan dan tungkai sejak 5 tahun secara perlahan diikuti perubahan bentuk tangan dan kaki serta kelemahan. Riwayat sepupu mengalami keluhan serupa. Pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan kedua lengan dan tungkai tipe flaksid, hipestesi pola sarung tangan dan kaos kaki, steppage gait, pes cavus, hammer toes, atrofi otot tenar, hipotenar, dan ekstensor halusis longus bilateral. Pemeriksaan elektrofisiologi didapatkan polineuropati motorik sensorik dengan demielinisasi simetris dan perlambatan kecepatan konduksi seragam. Tata laksana pasien ini menggunakan asam askorbat, neurotropik, fisioterapi, dan terapi okupasi.

Kata kunci: Charcot Marie Tooth, hammer toes, pes cavus, steppage gait

------------------------------------
*Departemen Ilmu Penyakit Saraf FK Universitas Sriwijaya/RSUP Dr. Moh. Hoesin, Palembang.

Korespondensi: k3nnym3rryn@gmail.com.


Download Article


Vol. 37 No. 2 Maret 2020


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics