• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 3 Juni 2020


PENGETAHUAN PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS NEUROLOGI INDONESIA TENTANG SEMIOLOGI BANGKITAN EPILEPSI
Suryani Gunadharma,* Yovita Stevina,* Anam Ong,* Siti Aminah,* Lisda Amalia,* Uni Gamayani*
INDONESIAN NEUROLOGY SPECIALIST EDUCATION PROGRAM KNOWLEDGE ABOUT EPILEPTIC SEIZURE SEMIOLOGY

ABSTRACT

Introduction: Seizure semiology is an effective method for syndromediagnosis, especially when electroencephalogram (EEG) and brain magnetic resonance imaging (MRI) cannot provide sufficient information. Diagnosis of clinical epilepsy based on semiology required a comprehensive knowledge especially for neurology residents as candidate of neurology specialist.

Aim: To assess the knowledge of Indonesianneurology resident about seizure semiology.

Methods: This observational descriptive study was conducted from 4 choosen university in Indonesia from February to September 2019. Participantswere neurology residents from 1st semester to 8th semester. Participants wereasked to fill in that quetionnaire consist of 6 questions about the teaching of seizure semiology in their university. Five ictal videos were presented to be analyzed for semiology, lateralization, and localization. These videos were chosen by 3 epilepsy consultants from different universities.

Results: The participants consist of 135 residents, 16 in the 1st semester, 21 in the 2nd, 18 in the 3rd, 14 in the 4th, 14 in the 5th, 15 in the 6th, 19 in the 7th, 18 in the 8th semester.Video semiology were already lectured from the 3rd semester in 66.7%-83%. Only 30.3% of semiology features from 5 videos can be recognized by the participants, semiology knowledge was improved from 2nd semester. An average of 55.6% participants could answer lateralization and 52% localization.

Discussion: Neurologyresident knowledge about seizure semiology is still insufficient, improvement and uniformity in teaching methodology of semiology is needed.

Keywords: Indonesian neurologyresident, knowledge, seizure semiology

ABSTRAK

Pendahuluan: Semiologi bangkitan epilepsi merupakan cara yang efektif untuk menentukkan sindrom epilepsi terutama ketika electroencephalogram (EEG) dan magnetic resonance imaging (MRI) kepala tidak dapat memberikan cukup informasi. Untuk menegakkan diagnosis epilepsi berdasarkan semiologi dibutuhkan pengetahuan yang cukup, terutama untuk peserta program pendidikan dokter dpesialis-1 (PPDS-1) neurologi Indonesia.

Tujuan: Untuk mengukur pengetahuan peserta PPDS-1 neurologi Indonesia tentang semiologi bangkitan epilepsi.

Metode: Penelitian deskriptif observasional ini dilakukan di 4 universitas terpilih di Indonesia pada bulan Februari-September 2019. Subjek penelitian diminta mengisi kuesioner yang terdiri dari 6 pertanyaan tentang pengajaran semiologi bangkitan di pusat pendidikan masing–masing. Subjek juga diminta menentukan poin semiologi, lateralisasi dan lokalisasi dari lima video bangkitan yang telah dipilih oleh 3 orang dokter spesialis neurologi konsultan epilepsi dari 3 pusat pendidikan yang berbeda, namun dari tempat subjek-subjek penelitian.

Hasil: Subjek penelitian terdiri dari 135 residen, 16  di semester 1, 21 di semester 2, 18 di semester 3, 14 di semester 4, 14 di semester 5, 15 di semester 6, 19  di semester 7, 18 di semester 8.Kuliah semiologi menggunakan video sudah diberikan mulai semester 3 pada 66,7–83% subjek. Rerata hanya 30,3% jawaban benar poin semiologi yang dapat disebutkan oleh subjek, pengetahuan ini mengalami peningkatan mulai dari semester 2. Sebanyak 55,6% subjek dapat menjawab benar lateralisasi dan 52% menjawab benar lokalisasi.

Diskusi: Pengetahuan peserta PPDS-1 tentang semiologi bangkitan epilepsi masih kurang sehingga diperlukan perbaikan dan keseragaman metodologi pengajaran untuk semiologi bangkitan epilepsi.

Kata kunci: PengetahuanPPDS, PPDS neurologi Indonesia, semiologi bangkitan

---------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Padjajaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung.

Korespondensi: suryanig@yahoo.com


Download Article