• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 3 Juni 2020


TUBERKULOMA SEREBRAL PADA PENDERITA ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME
Dony Ardianto,* Gama Sita Setya Pratiwi,* Vincent Ongko Wijaya,*,** Anton Mahendra,*,**Glennis Widra Shintyalola,*,*** Rasi Irfan Asany*,***
CEREBRAL TUBERCULOMA IN ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME PATIENT

ABSTRACT

Cerebral tuberculoma is a central nervous system complication which rare and jeopardize due to tuberculosis (TB) infection. The authors reports a case of a 23 years old female with history of human immunodeficiency virus infection and acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) and under treatment for active TB, presented with headache and dizziness since 1 week before admission. Neurological examination in normal range. Lab value showed decrease level in CD4 absolute and continue with contrast head CT scan. The patient has been given main therapy with dexamethasone, cotrimoxazole, and anti-tuberculosis drugs.

Keywords: HIV/AIDS, tuberculoma, tuberculosis

ABSTRAK

Tuberkuloma serebral merupakan komplikasi sistem saraf pusat yang jarang dan berbahaya akibat infeksi tuberkulosis (TB). Kondisi imunosupresif pada infeksi human immunodeficiency virus infection and acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) merupakan faktor resiko dari perkembangan penyakit. Dilaporkan kasus seorang perempuan berusia 23 tahun dengan riwayat HIV/AIDS dan dalam pengobatan TB aktif dengan keluhan nyeri kepala dan pusing berputar sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang laboratorium menunjukkan penurunan kadar CD4 absolut dan dilanjutkan CT scan kepala dengan kontras. Pasien mendapat terapi utama deksametason, kotrimoksazol, dan obat anti tuberkulosis.

Kata kunci: HIV/AIDS, tuberkuloma, tuberkulosis

--------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi, RSUD Salatiga, Jawa Tengah; **FK Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta; ***FK Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah.

Korespondensi: vincent_wijaya007@yahoo.com.


Download Article