• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 4 September 2020


KADAR GLIAL FIBRILLARY ACIDIC PROTEIN SERUM TINGGI SEBAGAI FAKTOR RISIKO NYERI NEUROPATIK PADA KUSTA TIPE MULTIBASILER
Sofyan Faridi*, I Made Oka Adnyana*, I Putu Eka Widyadharma*, Luh Made Mas Rusyati**
HIGH GLIAL FIBRILLARY ACIDIC PROTEIN SERUM LEVEL AS A RISK FACTOR OF NEUROPATHIC PAIN IN MULTIBACILARY TYPE LEPROSY

ABSTRACT

Introduction : Leprosy is one of the most common causes of non-traumatic peripheral neuropathy in the world. There are many factors causing neuropathic pain in multibacillary (MB) type leprosy, one of which is an increase in serum levels of glial fibrillary acidic protein (GFAP).

Aim: To prove high serum GFAP levels is a risk factor for neuropathic pain in MB type leprosy in Sanglah General Hospital Denpasar.

Methods: This study was an observational analytic study with a case control design conducted at the Dermato-Venerology Department outpatient and in Pathological Clinic Laboratory in Sanglah General Hospital from November 2019 to January 2020. The sample of this study is all multibacillary leprosy patients with neuropathic pain who met inclusion criteria. A total of 60 patient were willing to participate in this study, the pain scales were measured using DN4 questionnaire and GFAP serum levels were examined. Chi-square test was performed to prove high serum GFAP levels is a risk factor of neuropathic pain in multibacillary leprosy.

Results: High serum GFAP levels increase the incidence of neuropathic pain of MB type leprosy 5 times higher than controls (OR 5.72; p = 0.003), anxiety (OR 2.1; p = 0.24), and leprosy reaction (OR 2.2; p = 0.052).

Discussion: High serum levels of GFAP is a risk factor of neuropathic pain in MB type leprosy in Sanglah General Hospital Denpasar.

Keywords: GFAP, MB type leprosy, neuropathic pain

ABSTRAK

Pendahuluan : Kusta merupakan salah satu penyebab paling umum neuropati perifer non traumatik di seluruh dunia, yang sudah dikenal sejak lama. Terdapat berbagai faktor resiko nyeri neuropatik pada kusta tipe multibasiler (MB), yang salah satunya adalah peningkatan kadar serum glial fibrillary acidic protein (GFAP) RSUP Sanglah Denpasar.

Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kadar GFAP serum tinggi sebagai faktor risiko nyeri neuropatik pada kusta tipe MB.

Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan kasus kontrolyang dilakukan di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah dan Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUP Sanglah Denpasar periode November 2019 – Januari 2020. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh penderita kusta tipe MB dengan nyeri neuropatik yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 60 orang penderita kusta tipe MB dilakukan penilaian skala nyeri neuropatik dengan kuesioner DN4, kemudian subjek dilakukan pemeriksaan kadar GFAP serum. Analisis statistic menggunakan uji Chi-square untuk membuktikan kadar GFAP serum sebagai factor risiko nyeri neuropatik pada kusta tipe MB.

Hasil : Kadar GFAP serum tinggi meningkatkan kejadian nyeri neuropatik kusta tipe MB 5 kali lebih tinggi dibandingkan kontrol (RO 5,72; p=0,003), ansietas (RO 2,1; p=0,24), dan reaksi kusta (RO 2,2; p=0,052).

Diskusi : Kadar GFAP serum tinggi merupakan faktor risiko nyeri neuropatik pada kusta tipe MB di Sanglah Denpasar.

Kata kunci: GFAP, kusta MB, nyeri neuropatik

------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia. ** Departemen Dermatovenereologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia.

Korespondensi: sofyanfaridi84@gmail.com


Download Article