• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 4 September 2020


KESINTASAN PASIEN DENGAN METASTASIS LEPTOMENINGEAL YANG DIRAWAT DI BAGIAN NEUROLOGI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS DAN RSUPN DR CIPTO MANGUNKUSUMO
Elsa Susanti,* Rini Andriani,** Tiara Aninditha,*** Henry Riyanto Sofyan***
SURVIVAL OF LEPTOMENINGEAL METASTASIS PATIENTS WHO RECEIVED TREATMENT IN NEUROLOGY WARD CANCER DHARMAIS HOSPITAL AND CIPTO MANGUNKUSUMO HOSPITAL

ABSTRACT

Introduction: Leptomeningeal metastasis is a condition where malignant cells spread to the leptomening and subarachnoid space. This is an emergency state with incident tends to increase each year. Prognosis is very poor and survival rate is only 10-15 weeks.

Aim: To determine survival of leptomeningeal metastasis patients in Cancer Dharmais Hospital and CiptoMangunkusumo Hospital.

Methods:This is a retrospective cohort research based on medical records of leptomeningeal metastasis patients in Cancer Dharmais Hospital and Cipto Mangunkusumo Hospital from January 2018 to June 2019.  Clinical examination, liquor cerebral examination, MRI, and histopathological of primary tumours were written. Subjects or family of the subjects were contacted to obtain information about subject’s wellbeing whether they’re still alive or dead. If they’re unreachable they will be excluded. Survival of each subject was determined based on how long the subject remain alive since being diagnosed with leptomeningeal metastasis until the end of observation,  which is the end of  the research.

Results: Sixty two patients were included in the research, 21 were males and 41 were females. Headache was the most frequent symptoms found in the patients (46.8%) followed by cranial nerves deficits (45.2%). Median survival in this research was 13 weeks, no significant differences in survival from haematologic malignancy and solid tumor.

Discussion: Median survival of leptomeningeal metastasis patients was 13 weeks, there was no statistically significant difference between survival of  heamotologic malignancy and solid tumor.Median survival in leptomeningeal metastasis in this research remain poor regardless the origin of the metastasis.

Keywords:Haematologic malignancy, leptomeningeal metastasis, solid tumor, survival

ABSTRAK

Pendahuluan: Metastasis leptomeningeal (ML) merupakan suatu keadaan terjadinya penyebaran sel-sel kanker ke leptomening dan rongga subaraknoid. Keadaan ini merupakan kondisi emergensi dengan insiden yang semakin lama semakin meningkat. Prognosisnya juga sangat buruk dengan kesintasan yang rendah, hanya berkisar 10-15 minggu.

Tujuan: Untuk menentukan kesintasan pada pasien ML yang dirawat di bagian Neurologi Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Metode: Penelitian secara kohort retrospektif berdasarkan rekam medis pasien ML di RSKD dan RSCM pada bulan Januari 2018 sampai Juni 2019. Dilakukan pencatatan hasil pemeriksaan klinis, pemeriksaan CSS, serta hasil MRI dan histopatologi tumor primer. Subjek atau keluarga dihubungi melalui telepon untuk mengetahui masih hidup atau sudah meninggal dunia, yang tidak dapat dihubungi akan dieksklusi. Masing-masing subjek dinilai kesintasannya berdasarkan lamanya waktu subjek bertahan hidup sejak diagnosis ML sampai akhir masa observasi, yaitu sampai berakhirnya masa penelitian.

Hasil: Didapatkan 62 orang subjek yang mayoritas perempuan (66,1%). Sakit kepala merupakan gejala yang paling sering ditemukan (46,8%) diikuti oleh gangguan saraf kranialis (45,2%). Median kesintasan didapatkan 13 minggu, tidak ada perbedaan kesintasan antara keganasan hematologik dengan tumor solid.

Diskusi: Didapatkan median kesintasan 13 minggu dan tidak ditemukan perbedaan kesintasan yang bermakna antara keganasan yang berasal dari hematologik dan tumor solid. Median kesintasan pada penderita ML dalam penelitian ini tetap buruk dari manapun asal proses metastasisnya.

Kata kunci: Keganasan hematologik, metastasis leptomeningeal, tumor solid, kesintasan

---------------------------------------
*Bagian Neurologi FK Unsyiah/RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh/Fellow Neuroonkologi FK Universitas Indonesia; **Timja Susunan Saraf Pusat dan Susunan Saraf Tepi Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais, Jakarta, ***Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi:esusan23@gmail.com


Download Article