• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 4 September 2020


MIKROALBUMINURIA SEBAGAI PREDIKTOR LUARAN BURUK STROKE ISKEMIK AKUT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR
Hesti Heptaningrum,* I Made Oka Adnyana,* Thomas Eko Purwata,*
MICROALBUMINURIA AS A POOR OUTCOME PREDICTOR AMONG ACUTE ISCHEMIC STROKE PATIENTS IN SANGLAH HOSPITAL DENPASAR

ABSTRACT      

Introduction: Microalbuminuria is one of indicators for systemic endovascular damage related to endothelial damage and dysfunction. Microalbuminuria has become an important risk factor for predicting the risk and prognosis of cerebrovascular disease. However, its association with acute ischemic stroke remains unclear, particularly those related with other comorbidities.

Aim:To address the role of microalbuminuria as a predictor of poor neurological outcome among patients with acute ischemic strokeat Sanglah Hospital Denpasar.

Methods: This was a prospective cohort study involving acute ischemic stroke patients admitted at Sanglah Hospital Denpasar during October to December 2018. All patients who fulfilled inclusion and exclusion criteria and provided consent to participate in the study were included. Microalbuminuria was measured with albumin to creatinine ratio with concentration of 30–300mcg/mg. Stroke outcome was classified into either good or poor according to early and late National Institutes Health Stroke Scale (NIHSS) score (during patient’s admission and 7th day, respectively). Bivariate and multivariate statistical analyses were conducted.

Results:Sixty patients were recruited. Microalbuminuria increased poor neurological outcome among stroke patients significantly (RR 5.47; 95%CI 2.17–13.8; p<0.001). Multivariate analysis demonstrated that microalbuminuria (RR=21.99; 95% CI 2.01-240.41; p=0.011), DM (RR=11.66; 95% CI 2.00–67.65; p=0.006), and dyslipidemia (RR 11.45; 95% CI 1.10–119.23; p=0.041) as an independent predictor of poor neurological outcome among acute ischemic stroke patients.

Discussion: Therefore, microalbuminuria is consistently independent predictors of poor outcome in admitted acute ischemic stroke patients.

Keywords: acute ischemic stroke, microalbuminuria, poor neurological outcome

ABSTRAK

Pendahuluan: Mikroalbuminuria merupakan salah satu indikator kerusakan endovaskular sistemik yang berkaitan dengan kerusakan endotel.Mikroalbuminuria menjadi salah satu faktor risiko penting terhadap prediktor risiko dan prognosis penyakit serebrovaskular. Namun hubungan antara mikroalbuminuria dan prognosis stroke iskemik akut masih belum jelas, terutama kaitannya dengan komorbiditas yang lain.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan mikroalbuminuria sebagai prediktor luaran buruk penderita stroke iskemik akut diRSUP Sanglah Denpasar.

Metode: Penelitian ini merupakan kohort prospektif pada penderita stroke iskemik akut yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar mulai bulan Oktober hingga Desember 2018. Seluruh peserta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini diikutsertakan ke dalam studi. Mikroalbuminuria diukur dengan metode pengukuran rasio albumin kreatinin dengan kadar 30-300 mcg/mg. Luaran stroke dikelompokan menjadi baik dan buruk berdasar perbandingan nilai National Institutes Health Stroke Scale (NIHSS) awal saat pasien masuk dan NIHSS akhir pada hari ketujuh sejak awitan. Analisis statistik dilakukan secara bivariat dan multivariat.

Hasil: 60 orang memenuhi kriteria eligibilitas. Mikroalbuminuria meningkatkan risiko luaran buruk pada pasien stroke secara bermakna (RR 5,47; IK 95% 2,17 – 13,8; p=<0,001). Analisis multivariat menunjukkan mikroalbuminuria (RR=21,99; IK 95% 2,01-240,41; p=0,011), DM (RR=11,66; IK 95% 2,00 – 67,65; p=0,006), dan dislipidemia (RR 11,45; IK 95% 1,10 – 119,23; p=0,041) sebagai prediktor independen luaran buruk selama perawatan pada penderita stroke iskemik akut.

Diskusi: Mikroalbuminuria konsisten merupakan prediktor independen luaran buruk selama perawatan pada penderita stroke iskemik akut.

Kata kunci: Luaran buruk, mikroalbuminuria, stroke iskemik akut.

---------------------------------------------
*
Departemen Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Bali.

Korespondensi: hesti46@yahoo.co.id


Download Article