• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 4 September 2020


DRY NEEDLING SEBAGAI TERAPI NYERI MIOFASIAL SERVIKAL
Hanik Badriyah Hidayat,* Annisa Oktavianti*
DRY NEEDLING AS A THERAPY OF CERVICAL MIOFASCIAL PAIN

ABSTRACT

Cervical myofacial pain (CMP) is a common source of nonspecific chronic neck pain. Pain can be local, regional and can also it has many many trigger points (trigger points / TrPs). CMP causes pain in the area of the cervical muscles and surrounding fascia. Neck pain reduces quality of life, productivity; furthermore, it also causes disability so that it affects socioeconomically towards patients and the community.

Treatment of cervical myofacial pain syndrome is still unsatisfactory due to its chronicity. Dry needing (DN) is one of the nonpharmacological therapy option that can be applied in CMP. DN reduces peripheral and central sensitization by eliminating sources of peripheral nociception (MTrPs area), modulating dorsal horn activity and activating central pain inhibitory pathways.

Recently, the DN therapy has been rapidly develop in pain management. However, the effectiveness of DN therapy is still unclear. Therefore, knowledge about the role of DN in CMP is important to be known. This article will discuss the role of DN in cervical myofacial pain syndrome.


Keywords: Cervical myofacial pain, dry needling, myofascial trigger points, therapy

ABSTRAK

Nyeri miofasial servikal (NMS) merupakan sumber nyeri umum pada individu dengan nyeri leher kronik nonspesifik. Nyeri dapat bersifat lokal, regional dan dapat juga memiliki banyak titik pemicu nyeri (myofascial trigger points/MTrPs). NMS menyebabkan nyeri di daerah otot servikal maupun fasia di sekitarnya. Nyeri leher menurunkan kualitas hidup, menurunkan produktivitas dan menyebabkan disabilitas sehingga berpengaruh secara sosioekonomi terhadap penderita dan masyarakat.

Pengobatan sindrom nyeri miofasial servikal masih belum memuaskan terkait kronisitasnya. Dry needling (DN) adalah salah satu pilihan terapi nonfarmakologi yang bisa diterapkan pada NMS. DN akan mengurangi sensitisasi perifer dan sentral dengan menghilangkan sumber nosisepsi perifer (area MTrPs), memodulasi aktifitas kornu dorsalis dan mengaktifkan jalur inhibisi nyeri sentral.

Neurolog sering menangani kasus NMS dan perkembangan DN akhir-akhir ini semakin pesat sebagai manajemen nyeri. Namun, keefektifan terapi DN masih belum jelas. Oleh karena itu, pengetahuan tentang peran DN pada NMS ini penting untuk diketahui oleh para neurolog. Artikel kami akan membahas tentang peran DN pada sindrom nyeri miofasial servikal.

Kata kunci: Dry needling, nyeri miofasial servikal, terapi, myofascial trigger point

-------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.

Korespondensi: hanik.hidayati@yahoo.com


Download Article