• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 37 No. 4 September 2020


PENGGUNAAN TOKSIN BOTULINUM-A DENGAN PANDUAN ULTRASONOGRAFI SEBAGAI TERAPI SINDROM PIRIFORMIS REKUREN: SERIAL KASUS
Yusak Mangara Tua Siahaan
ULTRASOUND GUIDED BOTULINUM TOXIN-A INJECTION FOR RECURRENT PIRIFORMIS SYNDROME: CASE SERIES

ABSTRACT

Piriformis syndrome (PS) is a clinical syndrome with complaints of buttock pain that radiates to the unilateral side leg caused by sciatic nerve entrapment of piriformis muscle. Several therapy modalities of PS are oral, physical, intervention, and surgical therapy. Intramuscular injection therapy is an intervention therapy for patients who experience severe pain or have failed oral therapy and/or physical therapy. It generally involves the use of local anesthetics, corticosteroids or the botulinum toxin A. This study represents five cases of short-period recurrent PS in 4 females and 1 male with age variations from 32 to 43 years-old. All cases complained classic symptoms with sub-acute to chronic onset and previously had a conservative-interventional therapy. Long-term improvement (>9 months) was experienced after intramuscular botulinum-toxin-A injection with ultrasound-guided.

Keywords: Botulinum toxin, injection therapy, piriformis syndrome.

ABSTRAK

Sindrom piriformis (SP) merupakan sindrom klinis dengan keluhan nyeri pantat menjalar ke tungkai sisi unilateral yang disebabkan penekanan saraf skiatik oleh otot piriformis. Beberapa modalitas terapi SP antaralain terapi oral, fisik, intervensi hingga pembedahan. Terapi injeksi intramuskular merupakan terapi intervensi bagi pasien yang mengalami nyeri hebat atau mengalami kegagalan terapi oral dan/atau terapi fisik. Terapi injeksi intramuskular umumnya berupa penggunaan anestesi lokal, kortikosteroid maupun toksin Botulinum A. Studi ini mewakili lima kasus SP yang mengalami kekambuhan dalam periode singkat pada 4 perempuan dan 1 laki-laki dengan variasi usia 32-43 tahun. Keseluruhan kasus mengeluhkan gejala klasik dengan onset subakut-kronik juga riwayat pengobatan konservatif dan intervensi. Perbaikan jangka panjang (>9 bulan) dialami pascainjeksi toksin-botulinum-A dengan panduan ultrasonografi.

Kata Kunci:Sindrom piriformis, terapi injeksi, toksin botulinum

*------------------------------------------
Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan/SMF Neurologi RS Siloam Karawaci.

Korespondensi: dryusaks2002@gmail.com


Download Article