• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol 26 No. 2 Januari 2009


Prevalensi Hipokalemia pada Pasien dengan Kegawatan Neurologi di Ruang Rawat Neurologi RSUPN Cipto Mangunkusumo
Aninditha T*, Sitorus F*, Ranakusuma TAS*

Abstract
Background: Hypokalemia is the most common electrolyte disorders in hospitalized patients, but the prevalence study of hypokalemia in neurologic hospitalized patients is reported rarely.
Objective: To know the prevalence and pattern of hypokalemia in neurologic patients at the neurologic wards of Cipto Mangunkusumo Hospital on first and fifth day of admission.
Method: The patients who required administration of parenteral fluid for various indications, irrespective of diagnosis, length of stay and types of infusion or medications. Sodium and potassium examination checked twice, at first and fifth day of their admission. Then study form will fulfilled to record patient's initials, age, sex, dates of admission and discharge, Medical Record number, lab findings of sodium and potassium during first and fifth day of admission, and the diagnosis.
Result: 55 subjects were enrolled with average age being 43.8 years old (female - male ratio = 60:40). Most patient were diagnosed as stroke (40%) especially ischemic stroke (30.9%), head injury (21.8%), intracranial infection, and intracranial tumor (12.7%). Incidence of hypokalemia was increased from 23.6% at first day to 30.9% at fifth day, not significantly. Most patients was given Normal saline infusion solutions (78.2%) which correlated significantly with low potassium incidence (p <0.05).
Conclusion: The incidence of hypokalemia in medical patients at the neurologic wards of Cipto Mangunkusumo Hospital is 23.6% which increased during hospitalization. It needs to reconsider the management of infusion therapy to choose the solution with proper potassium such as KAEN 3B to avoid the neurologic sign's decreament.
Keywords: Hypokalemia, hospitalized patients, serum potassium.

Abstrak
Latar belakang: Hipokalemia merupakan kelainan elektrolit yang paling sering ditemukan pada pasien rawat inap. Namun belum banyak data hipokalemia pada pasien-pasien dengan kegawatan neurologis.
Tujuan: untuk mengetahui prevalensi hipokalemia, serta gambaran kadar Kalium serum pertama kali masuk dan pada hari kelima perawatan pasien kegawatan neurologi di Ruang rawat Neurologi RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Metode: Didapatkan 55 pasien yang memenuhi kriteria dengan metode potong lintang dari Juni – Oktober 2008. Kasus yang diteliti adalah kasus kegawatan Neurologi yang dirawat di ruang rawat Departemen Neurologi RSUPN Cipto Mangunkusumo selama minimal 5 hari serta setuju untuk diikutkan dalam penelitian. Penilaian kadar Kalium serum dilakukan pada saat pasien pertama kali masuk dan saat hari kelima perawatan.
Hasil: Didapat kisaran usia 17 – 71 tahun (rerata 43,8 tahun). Pasien terbanyak laki-laki (60%) dan berusia lebih dari 40 tahun (65,5%). Diagnosis terbanyak adalah stroke (40%), terutama stroke iskemik (30,9%), diikuti trauma kepala (21,8%), infeksi intrakranial (16,4%) dan tumor (12,7%). Ditemukan pula 13 sampel mengalami hipokalemia (23,6%) pada hari pertama dan 17 sampel pada hari kelima perawatan (30,9%). Sebagian besar sampel diberikan cairan infus jenis normal saline (78.2%) yang berhubungan bermakna dengan terjadinya hipokalemia (p<0.05).
Kesimpulan: prevalensi hipokalemia cukup sering terjadi pada pasien dengan kegawatan neurologi. Perlunya manajemen pemilihan jenis cairan yang mengandung K+ yang cukup seperti KAEN 3B untuk menghindari perburukan neurologis lebih lanjut.
Kata kunci: Hipokalemia, prevalensi, kegawatan neurologi, infus rasional.


---------------------------------------------------------------------------------------------------
* Staf Departemen Neurologi FKUI / RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih