• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol 26 No. 2 Januari 2009


KEJANG PADA GIGITAN ULAR BERBISA
*Andrie Gunawan,* Zicky Yombana, **Riwanti, **Darma Imran,**Jofizal Jannis,***Zakiah Syeban

Abstract
The venomous snakes often make a fatal clinical problem. Snake bites In Indonesia are common, but there is no epidemiology data. Report from Komodo island in Nusatenggara there were fewer than 20 people death per year caused by snake bites. Patient with venomous snake bites have neurotoxic, myotoxyc and hematotoxyc manifestation. The patients have mild up to severe sign and symptoms at seriously as fang marks, with or without local pain and swelling, hemorrhagic, coagolopathy, respiratory paralysis, seizure, shock and suddent death. Patient with venomous snake bites must have full comprehensif examination especially hematologic and neurologic aspect. Clinical sign and symptoms not always immedietly present, that could delayed the diagnose.
We report a patient with generalized seizure with repiratory paralysis and coagulopathy caused by venomous snake bites which having neurotoxic and hematotoxic process. EEG showed epileptiform wave. EMG showed a positive Harvey-Masland test causes miastenic reaction respons. Brain MRI showed multiple infarction in cerebral peduncle, thalamus and basal ganglia. Treatment with fenitoin and valproat acid controlled seizure significantly; ventilator for respiratory support; freshfrozenplasma (FFP) and Thrombocyt Concentrate (TC), transfusion to manage the hematotoxic effect. Patient was discharged with good outcome.
Keywords: Snake bite, seizure, respiratory paralysis, neurotoxic, hematotoxic.


Abstrak
Racun bisa ular sering fatal dan berpotensi sebagai masalah emergensi yang harus mendapat penanganan serius. Data tentang kejadian gigitan ular berbisa di Indonesia belum diketahui, tetapi pernah dilaporkan dari pulau Komodo di Nusatenggara terdapat angka kematian 20 orang per tahun yang disebabkan gigitan ular berbisa. Pasien gigitan ular berbisa dapat menimbulkan manifestasi neurotoksik, miotoksik dan hematotoksik, dengan gejala dan tanda yang ringan sampai berat, seperti luka bekas gigitan, nyeri bekas gigitan, pembengkakan pada sekitar gigitan, perdarahan, gangguan koagulasi, paralisis otot pernafasan, kejang, dan akhirnya syok bahkan menyebabkan kematian. Penanganan pasien dengan gigitan ular berbisa dilakukan secara komprehensif dari aspek hematologi dan neurologi. Kadang-kadang gejala klinis tidak langsung timbul dan luput dari pengamatan . Akan dilaporkan satu kasus pasien kejang umum dengan kelumpuhan otot pernafasan disertai gangguan koagulasi akibat gigitan ular yang diperkirakan karena zat neurotoksin dan hematotoksin. Pemeriksaan EEG menunjukan gelombang abnormal cetusan epileptiform. Pada pemeriksaan EMG (test Harvey-Masland) positif karena respons reaksi miastenik. Pemeriksaan MRI kepala tampak infark multipel di pedinkulus serebri, talamus dan ganglia basalis. Untuk mengontrol kejang digunakan fenitoin dan asam valproat, sedangkan ventilator dipakai karena pasien mengalami paralisis otot pernafasan. Selain itu kelainan hematologi di kontrol dengan tranfusi Fresh Frozen Plasma (FFP) dan Thrombocyt Concentrate (TC), Pasien pulang dengan keluaran yang baik.
Kata kunci: Gigitan Ular, kejang, paralisis otot pernafasan, neurotoksik, hematotoksi.


------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Peserta Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi FKUI-RSCM
** Staf Departemen Neurologi, Subdivisi Neuroinfeksi dan Imunologi, FKUI-RSCM
*** Staf Departemen Neurologi, Subdivisi Neurofisiologi, FKUI-RSCM

 


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih