• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol 26 No. 2 Januari 2009


PENILAIAN JENIS GANGGUAN TIDUR DENGAN MEMPERGUNAKAN SKALA TIDUR PADA PENYAKIT PARKINSON
Dewi Gentari*, Bob SW*, Fitri O* , Joedo Prihartono**

Abstract
Background: Sleep disorder is one of the nonmotoric symptoms of Parkinson’s disease that often appears but rarely detected. Preserving and increasing sleep quality is very important to repair the motoric symptoms. The aims of this study are to know the types of sleep disorder experienced Parkinson patients and other factors that affect them.
Method: A cross-sectional study was done from June until August 2008 on 45 Parkinson patients. Hamilton scale examination and MMSE were done to rule out heavy depression and cognitive disorders. Epworth Sleepiness Scale (ESS) was done for the initial filtering of sleep disorders. Patients that fulfill the inclusion criteria completed the PDSS.
Result: The average score of PDSS is 110,01. All study subjects have more than one type of sleep disorder. Seven types of sleep disorders, which is the maximum number of sleep disorder types that could be experienced by a subject in this study, are experienced by 31,1% subjects. Nocturia and nocturnal motoric symptoms are experienced by 93,3% of the subjects. A significant relationship is found among subjects that are receiving dopamine agonist therapy, have been sick for 5 years or more, and have advanced disease, with the number of sleep disorders.
Conclusion: The majority of sleep disorders experienced by Parkinson patients in the neurology out clinic of RSUPN Cipto Mangunkusumo are nocturia and nocturnal motoric symptoms. The factors that affect them are dopamine agonist therapy, disease duration, and disease stage.
Keywords: Sleep, Parkinson disease, PDSS.

Abstrak
Latar belakang: Gangguan tidur merupakan salah satu gejala nonmotorik pada penyakit parkinson yang sering timbul tetapi jarang terdeteksi. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas tidur sangat penting untuk memperbaiki gejala motorik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis gangguan tidur pada penderita parkinson dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
Metode: Studi potong lintang dari bulan Juni sampai Agustus 2008 terhadap 45 pasien parkinson. Dilakukan pemeriksaan skala Hamilton dan MMSE untuk menyingkirkan depresi berat dan gangguan kognitif. Epworth Sleepiness Scale (ESS) dilakukan untuk penapisan awal gangguan tidur. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi melakukan pengisian PDSS.
Hasil: Rerata skor PDSS 110,01, seluruh subjek penelitian mengalami gangguan tidur > 1 jenis. Jumlah jenis gangguan tidur terbanyak tujuh jenis 31,1%. Nokturia dan gejala motorik nokturnal 93,3%. Didapatkan hubungan bermakna antara subjek yang mendapat terapi dopamin agonis, lama sakit > 5 tahun dan stadium advance dengan jumlah jenis gangguan tidur.
Kesimpulan: Jenis gangguan tidur pada penderita parkinson di poliklinik saraf RSUPN Cipto Mangunkusumo mayoritas adalah nokturia dan gejala motorik nokturnal. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah terapi dopamine agonis, lama sakit dan stadium penyakit.
Kata kunci: Tidur, penyakit parkinson, PDSS.

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------
* Departemen Neurologi FKUI / RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta
** Departemen ilmu Komunitas FKUI, Jakarta

 


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih