• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 2 Januari 2010


GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
Hendro Birowo*, Diatri Nari Lastri*, Lukman H Makmun**, Joedo Prihartono***

ABSTRACT

Introduction: Cognitive impairment are found more common in congestive heart failure patients compare to normal population. Decline in cognitive function can significantly reduce patients’ quality of life and increase both morbidty and mortality.
Objective: To assess the prevalence of cognitive impairment in patients with congestive heart failure and determinant factors that may contribute to it.
Methods: Cross sectional study was done among congestive heart failurepatientswith range of age 40-75 years old who came to RSCM on August-October 2009. Cognitive function was assessed by MMSE and STLNB. Independent variables assesed in this study were age, level of education, duration of illness, severity of illness (based on NYHA and ejection fraction of left ventricle) and others vascular risk (hypertension, dyslipidemia, DM).
Results: Among 73 subject, 11% had cognitive dysfunction by MMSE and 50,7% by STLNB. Subject with cognitive dysfunction had older mean of age compared with subject without cognitive dysfunction and the differences were significant (62.73±7.59 vs 57.97±10.53, p=0.078). There was a significant association between level of education with cognitive dysfunction (p=0.001) and so as with Severity of illness. Subject with higher functional class of NYHA (II and III) had more risk to get cognitive impairment than lower class (I). Subject with ejection fraction less than 45% more likely had cognitive impairment (OR 95%CI 4.87 (1.42-16.72), p=0.008). Based on logistic regretion analysis, NYHA functional class III was the most contributing factor to cognitive dysfunction (OR 95%CI: 29.83(2.95-01.3), p=0.004).
Conclusions: Prevalences of cognitive dysfunction among patients with congestive heart failure was 50.7%. This prevalences significantly associated with level of education, mean of age and severity of illness.
Keywords: Cognitive, heart failure, some determinant factors.

ABSTRAK
Pendahuluan: Gangguan kognitif sering dijumpai pada pasien gagal jantung dibanding populasi normal. Penurunan kognitif secara bermakna menurunkan kualitas hidup pasien, peningkatan morbidiats dan moratlitas.
Tujuan: Mengetahui proporsi gangguan kognitif pada penderita penyakit gagal jantung kongestif dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
Metode: Uji potong lintang pada pasien gagal jantung kongestif berusia 40-75 tahun yang datang ke RSCM selama bulan Agustus-Oktober 2009. Fungsi kognitif dinilai dengan menggunakan MMSE dan STLNB. Variabel yang diteliti: usia, tingkat pendidikan, durasi sakit, derajat keparahan penyakit (kelas NYHA dan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan faktor risiko vaskular lain (hipertensi, dislipidemia dan DM).
Hasil: Dari 73 subjek didapatkan gangguan kognitif berdasarkan pemeriksaan MMSE sebanyak 11% dan berdasarakan STLNB 50,7%. Rerata usia subjek yang mengalami gangguan kognitif lebih tua dibanding subjek tanpa hendaya dan perbedaan tersebut bermakna (62,73±7,59 vs 57,97±10,53, p=0,078). Terdapat juga hubungan bermakna antara lamanya pendidikan dengan gangguan kognitif (p=0,001). Derajat keparahan penyakit juga berhubungan dengan gangguan kognitif, subjek dengan NYHA kelas II dan III mempunyai risiko mengalami gangguan kognitif dibanding dengan kelas I. Subjek yang fraksi ejeksi ventrikel kirinya <45% juga berisiko mengalami hendaya kognitif (OR 95%CI 4,87 (1,42-16,72), p=0,008). Dari analisa regresi logistik NYHA kelas III merupakan faktor yang paling mempengaruhi kejadian gangguan kognitif (OR 95%CI: 29,83 (2,95-301,3), p=0,004).
Kesimpulan: Prevalensi gangguan kognitif pada penderita gagl jantung kongestif adalah 50,7%. Kejadian gangguan kognitif berhubungan bermakna dengan lama pendidikan, rerata usia dan derajat keparahan penyakit.
Kata kunci: Beberapa faktor yang mempengaruhi, gagal jantung, kognitif.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, **Departemen Penyakit Dalam FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta ***Departemen Komunitas FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

 


Download Article


Vol 27 No. 2 Januari 2010


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics