• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 2 Januari 2010


APLIKASI KLINIS PHOTOPAROXYSMAL RESPONSE
Donny Hamid*, Ridwan*, Gotot Sumantri*

ABSTRACT
Diagnosis of photosensitive epilepsy as another epilepsies in general is made by clinical description not by EEG one. Taking history in epilepsy patient is not always easy. No eyewitness, patient could not remember how the seizures came is one of difficulty to get information in several cases.
Photoparoxysmal response in EEG gives widely and surely information for supporting a photosensitive epilepsy diagnosis. Waltz divided Photoparoxysmal Response (PPR) in 4 types base on the distribution of epileptiform activity in brain area and PPR is indicated as a genetic trait and also as a phenomen of a visual stimulation sensitivity.
Keywords: Clinical application, EEG, photoparoxysmal response.

ABSTRAK
Diagnosis photosensitive epilepsy seperti diagnosis epilepsi lain pada umumnya ditegakkan berdasarkan klinis bukan EEG. Anamnesis pada pasien epilepsi tidak selalu mudah didapat. Tidak ada saksi pada saat serangan, penderita sering tidak ingat kejadian setelah tersadar pada beberapa kasus menjadi hambatan untuk mendapatkan informasi.
Adanya gambaran photoparoxysmal response (PPR) pada EEG dapat memberikan informasi lebih luas dan keyakinan lebih kuat untuk mendukung diagnosis photosensitive epilepsy. Waltz membagi PPR atas 4 tipe berdasarkan luasnya distribusi gambaran epileptiform di area hemisfer serebri dan mengindikasikan bahwa PPR diturunkan secara genetik dan merupakan fenomena sensitifnya seseorang terhadap stimulasi cahaya.
Kata kunci: Aplikasi klinis EEG, photoparoxysmal response.


------------------------------------------------------------------------------------------
* Staf SMF Ilmu Penyakit Saraf, RSUDPasar Rebo, Jakarta

 


Download Article


Vol 27 No. 2 Januari 2010


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics