• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 4 Juli 2010


ANKLE-BRACHIAL INDEX SEBAGAI PENANDA ATEROSKLEROSIS PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH KRONIS
Trunojoyo Soeranggayoedha*, Salim Harris*, Manfaluthy Hakim*, Herqutanto**

ABSTRACT

Intoduction: Chronic low back pain (LBP) is a patologic condition caused by lumbar degeneration. It has been proven, that atherosclerosis factors (by atherom plaque formation on abdominal aortic wall and aa. lumbalis/sacral-media stenosis) has a role in this degeneration process. 

Aim: To see the corelation of ankle-brachial index (ABI)—as surrogate marker of atherosclerosis—and clinical manifestation of chronic LBP.

Method: This analitic cross-sectional study used consecutive sampling on patients coming to Neurology Clinic of Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta. Subject criteria was 30-49 years old person, range of body-mass-index 18.5-29.9 kg/m2, without any biomechanical risk factors against lumbar structures. Chronic LBP was diagnosed by interview and physical examination, confirmed by electrophysiologic examination. The clinical appearance was classified based on pain type, neurologic deficits (involvement of L3, L4, L5, and S1 nerve roots), and Lasegue (straight-leg-raising) sign. ABI was measured using vascular doppler ultrasound.

Result: Total subject was 62, with each group (non-LBP and LBP group) consist of 31 subjects. There was no demographic differences between non-LBP and LBP groups. This study found difference in ABI mean beetwen those groups, whereas ABI in non-LBP group (0.987) was significantly lower compared to ABI in LBP group (1.098), with 0.110 ABI difference (95%CI, 0.067-0.154; p<0.001). From LBP group internal analysis, statistically, there was no ABI difference beetwen groups of different clinical appearance (local vs radiating pain, p=0.065; negative vs positive neurologic deficits, p=0.729; negative vs positive Lasegue sign, p=0.868).

Conclusion: Subjects with chronic LBP had significantly lower ABI compared to subjects without chronic LBP. But, ABI did not correlate with the clinical appearance of LBP—pain type, neurologic deficits, or Lasegue sign.

Keywords: Ankle-brachial index, atherosclerosis profile, chronic low back pain


ABSTRAK

Pendahuluan: Nyeri punggung bawah (low back pain, LBP) kronis merupakan kondisi patologis akibat degenerasi lumbal. Telah terbukti bahwa faktor aterosklerosis (melalui pembentukan plak aterom aorta abdominal dan stenosis aa. lumbal/sakral-media) juga berperan dalam proses degenerasi ini.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan melihat korelasi ankle-brachial index (ABI)—sebagai penanda aterosklerosis sistemik—dengan gejala klinis LBP kronis.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain analitic cross-sectional, dengan consecutive sampling pada pasien Poli Neurologi RSCM, Jakarta. Kriteria subjek penelitian adalah individu 30-49 tahun, indeks massa tubuh 18,5-29,9 kg/m2, tanpa faktor risiko biomekanik terhadap tulang belakang. Klinis LBP kronis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dengan konfirmasi EMG. Gambaran klinis dibedakan berdasarkan tipe nyeri, defisit neurologi (yang difokuskan pada keterlibatan radiks L3, L4, L5, dan S1), dan tanda Lasegue. Pengukuran ABI dilakukan dengan bantuan vascular doppler ultrasound.

Hasil: Diperoleh jumlah subjek total 62 orang (masing-masing 31 orang untuk kelompok non-LBP dan kelompok LBP). Tidak ada perbedaan karakteristik demografis antara kelompok non-LBP dan kelompok LBP. Terdapat perbedaan rerata ABI antara kedua kelompok, di mana rerata ABI pada kelompok LBP (ABI=0,987) lebih rendah dibanding pada kelompok non-LBP (ABI=1,098), dengan selisih-ABI 0,110 (95%CI, 0,067-0,154; p<0.001). Pada analisis internal kelompok LBP, tidak diperoleh perbedaan nilai ABI yang bermakna antara kelompok-kelompok gambaran klinis yang berbeda (nyeri lokal dan radikular, p=0,065; defisit neurologis negatif dan positif, p=0,729; tanda Lasegue negatif dan positif, p=0,868).

Kesimpulan: Subjek dengan-LBP-kronis memiliki nilai ABI yang lebih rendah secara bermakna dibandingkan subjek tanpa-LBP-kronis. Nilai ABI tidak berkorelasi dengan gambaran klinis—tipe nyeri, defisit neurologis, dan tanda Lasegue—LBP kronis.

Kata kunci: Ankle-brachial index, nyeri punggung bawah kronis, profil aterosklerosis

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. **Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta


Download Article


Vol 27 No. 4 Juli 2010


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics