• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol 27 No. 4 Juli 2010


PERUBAHAN LATENSI, AMPLITUDO, GELOMBANG P100 DAN RECOVERY TIME PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TANPA RETINOPATI
Maysam Irawati*, Eva Dewati*, Fitri Octaviana*

ABSTRACT
Introduction: Complication of Diabetes Mellitus in visual system resulted to macula and optic nerve dysfunction. The most frequent study being used to analyze macula and optic nerve was visual evoked potential (VEP) and photostress test.
Aim: To compare latency, amplitude of P100 wave, recovery time between type 2 diabetes patient without retinopathy and healthy subject and to identified influential factor.
Method: A comparative cross sectional study was performed to type 2 diabetes patient without retinopathy and healthy subject in Neurophysiology and Neuroophtalmology Clinic, Neurology Department, Cipto Mengunkusumo Hospital, Jakarta that fulfilled the criteria.
Results: Compare to healthy subject, there was prolonged latency mean (106,8 mdet vs 99,3 mdet ;p=0,000) and reduced amplitude mean (5,1 µV vs 6,6 µV ; p=0.031) P100 wave VEP in type 2 diabetes patient. Latency and amplitude mean in type 2 diabetes patient was significantly influenced by glycemic control. (p=0.047 and p=0.011). There was prolonged RT mean in type 2 diabetes patient compared to healthy subject (23,5 detik vs 10.0 detik; p=0.000). RT mean was significantly influenced by duration of diabetes (p=0.035). Latency P100 wave VEP and RT photostress test had positive correlation with Pearson value 0.660.
Conclusion: Compare to healthy subject, there were prolonged latency, reduced amplitude P100 wave VEP and prolonged RT photostress test in type 2 diabetes patient. Glycemic control influenced latency and amplitude significantly, while duration of diabetes influenced RT. VEP and photostress test study could be used as an screening objective for visual function among people with type 2 diabetes.
Keywords: Photostress Test, type 2 diabetes, visual evoked potential

ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu komplikasi diabetes mellitus (DM) pada sistem persarafan system visual adalah kelainan pada retina dan nervus optikus. Modalitas untuk menilai gangguan fungsional retina adalah tes fotostress makula, sedangkan gangguan fungsional jalur visual menggunakan visual evoked potential (VEP). Tujuan : Membandingkan rerata latensi dan amplitudo gelombang P100 pemeriksaan VEP dan recovery time pemeriksaan tes fotostress pada pasien DM tipe 2 tanpa retinopati dibandingkan dengan subjek sehat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode: Penelitian ini menggunakan disain comparative cross sectional (potong lintang perbandingan) melalui perbandingan antara kelompok penderita DM tipe 2 tanpa retinopati dengan subjek sehat non DM di Poliklinik Evoked Potential dan Neuro-Oftalmologi Departemen Neurologi, RS Cipto Mangunkusumo.
Hasil: Terdapat pemanjangan latensi (106,8 mdet vs 99,3 mdet; p=0,000) dan penurunan amplitudo (5,1 µV vs 6,6 µV ; p=0.031) gelombang P100 VEP subjek DM dibandingkan kontrol. Rerata latensi dan amplitudo gelombang P100 VEP secara bermakna dipengaruhi kendali glikemik pada subjek DM (p=0.047 dan p=0.011). Didapatkan pemanjangan rerata RT yang bermakna antara subjek DM dan kontrol (23,5 detik vs 10.0 detik; p=0.000). Rerata RT secara bermakna pada subjek DM dipengaruhi lama DM (p=0.035). Selain itu juga terdapat korelasi positif antara nilai latensi gelombang P100 pada pemeriksaan VEP dengan RT pada pemeriksaan tes fotostress (nilai korelasi Pearson 0.660).
Kesimpulan: Terdapat pemanjangan latensi dan penurunan amplitudo yang bermakna untuk latensi gelombang P100 VEP dan pemanjangan RT pada pemeriksaan tes fotostress antara subjek dengan DM dan kontrol. Faktor yang mempengaruhi latensi dan amplitudo gelombang P100 secara bermakna adalah kendali glikemik, sedangkan yang mempengaruhi RT adalah lama DM. Pemeriksaan VEP dan tes fotostress dapat digunakan sebagai evaluasi fungsional jaras penglihatan yang obyektif terhadap penyandang DM tipe 2.
Kata kunci: DM tipe 2, tes fotostress, visual evoked potential


---------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

 


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih


 Panduan Praktik Klinik
Diagnosis dan Penatalaksanaan Demensia


Vol 27 No. 4 Juli 2010


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics