• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol 27 No. 4 Juli 2010


PERAN BETA AMILOID PADA GANGGUAN KOGNITIF PENDERITA DIABETES TIPE 2
Yuliarni Syafrita*

ABSTRACT
Introduction: Geriatric diabetes mellitus is one of the main health problem, the incidence of which is continnously increasing in worldwide. Diabetic patien with cognitive impairments will have significant difficulties in treating their problems. Increasing blood glucose level and duration of suffering diabetes will determine the severity of the cognitive impairment. Two form of pathological hallmarks in the brain patient Alzheimer’s disease are amyloid plaques and neurofibrillary tangles in selected areas of the brain where its produced from beta amyloid. The present of hyperinsulinemia in the brain can prevent the clearance of beta amiloid and higher level of them in the brain. A significant linear correlation have been found between increase level of plasma insulin and beta amiloid 42 (Aβ42) in Mild Cognitive Impairment patient. High level of Aβ42 serum indicate a risk of having demensia, and low level of Aβ42 serum and Aβ42/Aβ40 rasio indicate a positive sign of demensia.
Keywords: cognitive impairment, Amyloid Beta, diabetes


ABSTRAK
Pendahuluan: Diabetes pada usia tua menjadi problem kesehatan masyarakat yang utama, angka kejadiannya akan terus bertambah. Pendrita diabetes dengan gangguan fungsi kognitif akan mengalami kesulitan yang signifikan dalam penanganan penyakitnya. Peninggian kadar glukosa dan lamanya menderita diabetes menentukan beratnya gangguan kognitif. Dua ciri patologis yang ditemukan pada biopsi otak penderita demensia adalah adanya plaq ektraseluler dan tangel intraseluler di hipokampus dan area lain yang penting untuk fungsi kognitif. Bahan dasar keduanya adalah beta amiloid. Adanya hiperinsulinemia di otak, menghambat pembersihan beta amiloid, sehingga kadarnya akan meningkat. Ditemukan korelasi linear antara peninggian kadar plasma insulin dan beta amiloid 42 (Aβ42) pada penderita mild cognitive impairment (MCI). Peninggian kadar serum Aβ42 merupakan tanda bahwa sudah ada ancaman akan terjadi demensia dan penurunan kadar serum Aβ42 dan rasio Aβ42/Aβ40 merupakan tanda bahwa sudah terjadi demensia.
Kata kunci: Beta amiloid, diabetes, penurunan kognitif


-----------------------------------------------------------------------------------
*Bagian/SMF Neurologi FK Universitas Andalas/RS Dr. M Djamil, Padang

 


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih


 Panduan Praktik Klinik
Diagnosis dan Penatalaksanaan Demensia


Vol 27 No. 4 Juli 2010


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics