• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia. Pastikan Anda telah terdaftar menjadi pelanggan untuk dapat mengunduh artikel selengkapnya.

  • Sekretariat: Departemen Neurologi FKUI/RS Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi

      Kirim Artikel     Cara Berlangganan      RSS

    Dengan berlangganan majalah Neurona, Anda dapat mengakses full PDF dan mendapat kemudahan mengakses berbagai artikel ke redaksi.

Vol 29 No. 2 Januari 2012


PERAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS MENINGITIS PADA FRAKTUR BASIS KRANII
Tjokorda GB Mahadewa*, Sri Maliawan*, AA Raka Sudewi**

ABSTRACT

Introduction: One of the most complication of skull base fracture is cerebrospinal leackage which cause the risk of meningitis until 50%. There’s still controversy weather it needs profilaxis antibiotics or surgery to avoid the hazard of meningitis.
Aim: To present a critical review of the basilar skull fracture treatment to determine whether or not antibiotics should be used to prevent meningitis.
Methods: This is a review of articles published in Pub-Med and Medscape between 1969 and 2010 on the subject of antibiotic use for meningitis in patients with skullbase fracture.
Results: There were 17 of 94 Pubmed articles (1969–2010) and 5 of 619 Medscape articles (2000–2010) which relevant to this study. As many 2471 patients were reported which were classified according to the type of the study, the usage of prophylactic antibiotics, the presence of CSF fistula, and the infection rate. Only 2 out of 9 studies reported significant difference between prophylactic antibiotics groups and without antibiotics groups, with the rater of infection was (2,5–34%).
Conclusions: Prophylactic antibiotics do not significantly reduce the risk of meningitis and remains controversial. The use of broad-spectrum antibiotic specifically selected based on bacteriological data, and should be given high doses of short-term to reduce the risk of meningitis.
Keywords: Basilar skull fracture, antibiotic, meningitis.

ABSTRAK
Pendahuluan: Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan fraktur basis kranii adalah kebocoran cairan serebrospinal (CSS) yang dapat meningkatkan risiko meningitis hingga 50%. Komplikasi meningitis cukup fatal, namun hingga saat ini masih kontroversi perlu tidaknya pemberian antibiotika profilaksis ataupun tindakan bedah.
Tujuan: menyajikan ulasan kritis terhadap penanganan fraktur basis kranii untuk menentukan perlu tidaknya penggunaan antibiotika sebagai pencegahan meningitis.
Metode: Metaanalisis terhadap artikel-artikel terpublikasi di PubMed dan Medscape tahun 1969–2010 pada subyek dengan penggunaan antibiotika untuk meningitis pada pasien dengan fraktur basis kranii.
Hasil: Terdapat 17 dari 94 artikel di Pub-Med (tahun 1969 – 2010) dan 5 dari 619 artikel di Medscape (tahun 2000-2010), yang relevan pada penelitian ini. Dilaporkan 2471 pasien yang diklasifikasikan menurut tipe penelitian, penggunaan antibiotika profilaksis, adanya fistula CSS, dan angka infeksi. Hanya 2 dari 9 penelitian yang dilaporkan mempunyai perbedaan bermakna antara kelompok antibiotika profilaksis dengan yang tidak, dengan angka infeksi bervariasi antara 2,5–34%.
Kesimpulan: Antibiotika profilaksis tidak bermakna menurunkan resiko meningitis dan tetap kontroversi. Penggunaan antibiotika spektrum luas dipilih secara spesifik berdasarkan data bakteriologis dan harus diberikan dosis tinggi dan jangka pendek untuk menurunkan resiko meningitis.
Kata kunci: Fraktur basis kranii, antibiotika, meningitis.


---------------------------------------------------------------------------------------
* SubBagian/ SMF Bedah Saraf FK Universitas Udayana, Denpasar ** Bagian Neurologi FK Universitas Udayana, Denpasar. Korespondensi: tjokmahadewa@hotmail.com


Download Article

File ini telah disetting dengan password, untuk membukanya silahkan masukan password yang telah diberikan dari Neurona. Terimakasih