• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 30 No. 1 Desember 2012


SINDROM GERSTMANN AKIBAT TRAUMA KEPALA
Aida Fithrie, Diatri Nari Lastri

GERSTMANN SYNDROME CAUSED BY TRAUMATIC BRAIN INJURY
 
ABSTRACT

Gerstmann syndrome is consisting of four syjmptoms: finger agnosia, right-left disorientation, agraphia and acalculia, which is attributed to dominant hemisphere lesions affecting the angular gyrus. In this papper, a 42 years old man whose neurobehaviour examination shows: TOAG 82; MMSE 18. The patient has writing (paragrafia/ommission error and perseveration) and calculation disorders, right–left disorientation (all of these known as Gerstmann syndrome) with abnormal visuospatial and executive function. Ten days before examined, he had a moderate traumatic brain injury. Gerstmann syndrome is a permanent disorder, that will last an individual's lifetime. The prognosis can be very good if the patient is helped to understand his or her deficits, supported in using effective bypass strategies, and encouraged to continue developing his or her areas of strength.

Key word: Gerstmann Syndrome, Traumatic Brain Injury

ABSTRAK

Sindrom Gerstmann terdiri dari 4 gejala: agnosia jari, disorientasi kanan–kiri, agrafia, dan akalkulia, yang diakibatkan lesi di girus angular hemisfer dominan. Dilaporkan satu kasus, laki-laki umur 42 tahun dengan hasil pemeriksaan neurobehavior: TOAG (Tes Orientasi dan Amnesia Galveston) 82; MMSE (Mini Mental State Examination) 18. Ditemukan gangguan menulis (dalam bentuk paragrafia/ommission error dan perseverasi), gangguan kalkulasi, disorientasi kanan–kiri (dikenal sebagai sindrom Gerstmann) disertai dengan gangguan visuospasial dan fungsi eksekutif. Pasien mengalami cedera kepala sedang ±10 hari sebelumnya. Sindrom Gerstmann merupakan gangguan permanen, yang akan dialami pasien seumur hidup. Prognosis baik jika pasien dapat mengerti kekurangannya, didukung dengan penggunaan alat bantu untuk menutupi kekurangannya tersebut, dan memperkuat kelebihannya.

Kata kunci: Cedera kepala, Sindrom Gerstmann

----------------------------------------------------------------------------------------------------
*Staf Departemen Neurologi FK Universitas Sumatera Utara/RSU H. Adam Malik Medan, **Konsultan Sub Divisi Neurobehavior Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi : aida.fithrie@gmail.com


Download Article


Vol 30 No. 1 Desember 2012


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics