• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 33 No 2 Maret 2016


GAMBARAN KADAR SEROTONIN SERUM PADA PASIEN NYERI KRONIK YANG MENGALAMI INSOMNIA
Wiratmono Rahmadi,* Dani Rahmawati,* Endang Kustiowati,* Dwi Pudjonarko*

SEROTONIN LEVELS IN CHRONIC NON-CANCER PAIN PATIENTS WITH INSOMNIA

ABSTRACT
 

Introduction: Chronic pain is a serious health problem, with insomnia as one of the major comorbidities. There is a reciprocal relationship between chronic pain and insomnia with the role of serotonin in between. Serotonin is a neurotransmitter that modulates neural activity and affect various neuropsychological processes, including pain and sleep cycles.

Aims: To describe the serum serotonin level in chronic pain patients with insomnia.

Methods: A cross-sectional study on patients who suffered from non-cancer pain for at least 3 months. Demographic data i.e age and gender were obtained from each patients. Assessment of pain intensity was done with Visual Analogue Scale (VAS), assessment of insomnia was done with Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and measurement of serum serotonin level was done using Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. Assessment of anxiety was done using Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) and depression using Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Data were analyzed using Fisher’s test and logistic regression.

Results: There were 51 subjects consisted with 16 male and 35 female. Insomnia was found in 74.5% subjects, and low serum serotonin level was found in 78.4% subjects.  There was a significant association between serum serotonin level (p=0.021) and depression (p=0.006) with the incidence of insomnia. There was no association between age, gender, anxiety, and intensity of pain (p>0.05) with insomnia.

Discussion: There was a significant association between serum serotonin level and incidence of insomnia in chronic non-cancer pain patients.

Keywords: Chronic non-cancer pain, insomnia, serotonin

ABSTRAK

Pendahuluan: Nyeri kronik merupakan masalah kesehatan yang serius, dengan salah satu komorbidnya adalah insomnia. Terdapat hubungan timbal balik antara nyeri kronik dan insomnia dengan peran serotonin di antara keduanya. Serotonin merupakan suatu neurotransmitter yang memodulasi aktivitas neural dan mempengaruhi berbagai proses neuropsikologis, termasuk nyeri dan siklus tidur. Perlu diketahui peran serotonin untuk membantu pendekatan pasien dengan nyeri kronik.

Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kadar serotonin serum pada pasien nyeri kronik yang mengalami insomnia.

Metode: Penelitian potong lintang pada pasien-pasien dengan nyeri non kanker lebih dari 3 bulan. Dari setiap pasien dikumpulkan data demografi berupa usia dan jenis kelamin. Pada setiap pasien dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, penilaian intensitas nyeri menggunakan skala Visual Analogue Scale (VAS), pengukuran insomnia menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan pengukuran kadar serotonin serum menggunakan metode Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA). Dilakukan juga pengukuran status ansietas menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) dan status depresi menggunakan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Data dianalisis menggunakan uji Fisher dan regresi logistik.

Hasil: Didapatkan 51 subjek yang terdiri dari 16 laki-laki dan 35 perempuan. Didapatkan insomnia pada 74,5% subjek dengan kadar serotonin yang rendah (78,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar serotonin serum (p=0,021) dan depresi (p=0,006) dengan terjadinya insomnia. Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, ansietas, dan derajat nyeri (p>0,05) dengan insomnia.

Diskusi: Didapatkan kadar serotonin serum yang rendah yang berhubungan bermakna dengan terjadinya insomnia pada pasien dengan nyeri kronik.

Kata kunci: Insomnia, nyeri kronik, serotonin

-----------------------------------------------------------------------------------
*Bagian/SMF Neurologi FK Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Korespondensi: drwira@gmail.com


Download Article


Vol 33 No 2 Maret 2016


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics