• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 33 No 2 Maret 2016


GAMBARAN KADAR LIPOPROTEIN (a) TERHADAP PERBEDAAN DOSIS OBAT ANTIEPILEPSI
I Dewa Gede Suci Indra Wardhana,* Aris Catur Bintoro,** Dodik Tugasworo**
LIPOPROTEIN (a) LEVELS PROFILE IN DIFFERENT DOSES OF ANTIEPILEPTIC DRUGS

ABSTRACT

Introduction: Epilepsy is a disease that requires long-term therapy using antiepileptic drugs (AEDs). Treatment with OAE old group such as phenytoin (PHT), carbamazepine (CBZ), and valproic acid (VPA) had metabolic effects in- cluding alteration on lipid and lipoprotein (a) [Lp (a)] levels.  Increasing of Lp(a) levels more than 30mg/dl was a risk factor of atherosclerosis.

Aims: To see description of Lp(a) levels  with difference AEDs dose in patients epilepsy.

Methods: This research was a cross sectional study in patients with epilepsy at neurologi polyclinic Kariadi Hos- pital Semarang  in June until September 2015. Subjects have aged >15 years and got PHT, CBZ and VPA for more than 3 months, and then examined the levels of Lp (a) levels with method of enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Lp (a) normal is <20mg/dL is considered high if it is >20mg/dL. Data were analyzed using Chi-square, Fisher’s test, and logistic regression.

Results: There are 55 subjects with mean age 33.58 SD (   11,707 ) years, the domination of women (56.4%), using OAE high dose (51.0%), and monotherapy (69.1%). The majority of OAE given is PHT (51.4%) with a duration of OAE >1 year (69%). Most subjects had higher levels of Lp (a) is high (56.4%) and there is a tendency of subjects with OAE high doses had higher levels of Lp (a) were significantly (p=0.000). CBZ most dominant cause changes in levels of Lp (a) were significantly (p=0.000 and r=0.905).

Discussion: Subjects with OAE high doses tend to have high levels of Lp (a) were significantly higher (p = 0.000), especially in the treatment of CBZ.

Keywords: Antiepileptic drugs, epilepsy, lipoprotein (a)

ABSTRAK

Pendahuluan: Epilepsi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang dengan menggunakan obat antiepilepsi (OAE). Pengobatan dengan OAE golongan lama seperti fenitoin (PHT), karbamazepin (CBZ), dan asam valproat (VPA) memiliki efek samping gangguan metabolisme lipid dan lipoprotein (a) (Lp(a)). Padahal peningkatan kadar Lp(a) >30mg/dL merupakan faktor risiko terjadinya aterosklerosis.

Tujuan: Melihat gambaran kadar Lp(a) terhadap perbedaan dosis OAE pada pasien epilepsi.

Metode: Penelitian potong lintang terhadap pasien epilepsi di Poliklinik Saraf RS Karyadi, Semarang, pada bulan Juni hingga September 2015. Subjek berusia >15 tahun serta sudah mendapat PHT, CBZ, dan VPA selama lebih dari 3 bulan, lalu diperiksa kadar Lp(a) serum dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Kadar Lp(a) normal adalah <20mg/dL dan dianggap tinggi jika >20mg/dL. Analisis data menggunakan uji Chi square, Fisher, dan regresi logistik.

Hasil: Terdapat 55 subjek dengan rerata usia 33,58+11,71 tahun, dominasi perempuan (56,4%), menggunakan OAE dosis tinggi (51,0%), dan monoterapi (69,1%). Mayoritas OAE yang diberikan adalah PHT (51,4%) dengan durasi OAE >1 tahun (69%). Sebagian besar subjek memiliki kadar Lp(a) yang tinggi (56,4%) dan terdapat kecendrungan subjek dengan dosis OAE yang tinggi memiliki kadar Lp(a) yang tinggi secara bermakna (p=0,000). CBZ yang paling dominan menyebabkan perubahan kadar Lp(a) secara bermakna (p=0,000 dan r=0,905).

Diskusi: Kadar Lp(a) yang tinggi ditemukan pada subjek yang mendapatkan OAE dosis tinggi dengan durasi >1 tahun secara bermakna (p=0,000), terutama pada terapi CBZ.

Kata kunci:  Epilepsi, lipoprotein (a), obat antiepilepsi

-----------------------------------------------------------------------------------------
*FK Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi, Semarang, ** Bagian/SMF Neurologi FK Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Korespondensi: idgsuciindraw@yahoo.co.id


Download Article


Vol 33 No 2 Maret 2016


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics