• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 34 No. 2 Maret 2017


DISTRES PADA PASIEN TUMOR OTAK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
Jans Juliana Rouli Sitorus,* Feranindhya Agiananda,* Tiara Aninditha,** Tjhin Wiguna,* Petrin Redayani Lukman*
DISTRESS IN BRAIN TUMOR PATIENTS AND ITS RELATED FACTORS

ABSTRACT

Introduction: Brain tumor patient has a potential to developed a distress because the nature of the disease causes disability, reduces quality of life, and even causes death. Distress susceptibility is influenced by several factors, included patient’s coping ability towards the disease.

Aims: To know the prevalence, distress description, and the factors associated with coping strategy on brain tumor patients.

Methods: A cross-sectional study of primary and methastatic brain tumor patients who had never received treat- ment at, consecutively between December 2015 to November 2016 at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dhar- mais, and RS Pusat Otak Nasional. An Indonesian adaption of Distress Thermometer (DT) and the Coping Orientation to Problems Experienced (COPE) were used to assess distress and coping respectively.

Results: There were 140 subjects with mean age of 44.8±1.2 years, mostly woman (59.3%), elderly (70.7%), and with distress (68.6%). Physical (95.7%), which are headache (78.6%), limb weakness (54.3%), and double vision (50.7%), is the most domain distress occurred among patients. Patients with brain methastases were more distress compared their counterpart with primary brain tumor (76.3% and 65.7% respectively). Emotion focused coping and avoidance coping were higher significantly on patients with distress compared to non distress patients.

Discussion: Most brain tumor patients experienced distress (68.6%) with physical domain as the most common domain (95.7%), and used emotion focused and avoidance as coping mechanism.

Keywords: Brain tumor, coping, distress

ABSTRAK

Pendahuluan: Pasien tumor otak sangat berpotensi mengalami distres karena tumor otak menimbulkan disabilitas, menurunkan kualitas hidup, dan bahkan menyebabkan kematian. Kerentanan terjadinya distres dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemampuan koping (coping) seseorang dalam menghadapi beban akibat penyakitnya.

Tujuan: Mengetahui prevalensi, gambaran distres, dan strategi koping pada pasien tumor otak, serta faktor-faktor yang memengaruhinya.

Metode: Penelitian potong lintang terhadap pasien dengan tumor otak primer dan metastasis yang belum mendapa- tkan terapi, di Poliklinik dan Rawat Inap Departemen Neurologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais, dan RS Pusat Otak Nasional secara konsekutif pada bulan Desember 2015 sampai November 2016. Penilaian distres dan koping menggunakan kuesioner Distress Thermometer (DT) dan Coping Orientation to the Problem Experienced (COPE) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia.

Hasil: Didapatkan 140 subjek dengan rerata usia 44,8+1,2 tahun yang sebagian besar perempuan (59,3%), berada pada kelompok usia dewasa lanjut (70,7%), dan mengalami distres (68,6%). Domain distres terbanyak adalah masalah fisik (95,7%) berupa nyeri kepala (78,6%), kelemahan ekstremitas (54,3%), dan pandangan ganda (50,7%). Distres pada tumor otak metastasis lebih tinggi dibandingkan tumor otak primer (76,3% dan 65,7%). Subjek yang mengalami distres memiliki rerata emotion focused coping dan avoidance coping lebih tinggi dibandingkan yang tidak distres secara bermakna.

Diskusi: Mayoritas pasien tumor otak mengalami distres (68,6%) dengan domain distres masalah fisik (95,7%) dan menggunakan koping secara emotion focused dan avoidance.

Kata Kunci: Distres, koping, tumor otak

---------------------------------------------------------------
*Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
**Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: sitorusjuli@yahoo.co.id.


Download Article


Vol 34 No. 2 Maret 2017


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics