• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 1 Oktober 2009


GAMBARAN KLINIS DAN ELEKTRONEUROGRAFI SINDROMA TEROWONGAN KARPALl PADA PENYANDANG DM TIPE 2 PASCATERAPI STEROID INTRAKANAL
Ferdhi Adha*, Bob Santoso Wibowo**, Manfaluthy Hakim**, Herqutanto***

GAMBARAN KLINIS DAN ELEKTRONEUROGRAFI SINDROMA TEROWONGAN KARPALl PADA PENYANDANG DM TIPE 2 PASCATERAPI STEROID INTRAKANAL

ABSTRACT

Background: Carpal Tunnel Syndrome occurrs very often among patients with type 2 diabetes mellitus. However, therapies for CTS these patients are limited. Beside surgery, the only alternative therapy available for this condition is intracanal steroid therapy. Objective of the research is to assess the clinical profile and electroneurography of CTS in type 2 diabetic patients before and after therapy with intracanal steroid.

Methods: A cross sectional study was conducted. The target population of this study was all type 2 diabetes mellitus patients with CTS who visited the subdivision of EMG, Department of Neurology, Faculty of Medicine University of Indonesia. A clinical evaluation and electroneurography evaluation was performed 2 weeks after the first examination.

Results: Out of 57 subjects who were included in this study, 64% were female, 62% were classified as older adults, 75% had a normal body mass index, and 67% presented with signs and symptoms of polineuropathy. The clinical symptoms based on GSS and electroneurography were found to be significantly different before and after therapy with intracanal steroid injections (p<0.05) The change of clinical symptoms had a statistically significant association with age( p=0.006 ), while the change of electroneurography findings had an association with gender.

Conclusions: We found both clinical and electroneurographic improvements in type 2 diabetes mellitus patients with CTS who were treated with intracanal steroid therapy. These improvements were associated with age and gender.

Keywords: Carpal Tunnel Syndrome, DM type 2, Intracanal steroid therapy

ABSTRAK

Latar Belakang: Sindrom Terowongan Karpal (STK) pada penyandang DM tipe 2 ternyata mempunyai insidens yang sangat tinggi dan pilihan terapi yang sangat sempit. Selain pembedahan, pilihan terapi lainnya hanya terapi steroid intrakanal.

Tujuan: Untuk mengetahui gambaran klinis dan elektroneurografi STK pada penyandang DM tipe 2 setelah terapi steroid intrakanal yang dibandingkan dengan data sebelum terapi.

Metode: Studi potong lintang dengan populasi target penderita STK penyandang DM tipe 2 yang berobat di sub divisi EMG departemen Neurologi FKUI. Dilakukan evaluasi klinis dan elektroneurografi ulang 2 minggu kemudian.

Hasil: Dari 57 subyek penelitian didapatkan wanita 64%, kelompok usia tua 62%, Indeks massa tubuh baik 74% dan keluhan polineuropati 67%. Gejala klinis berdasarkan GSS dan elektroneurografi ternyata berbeda bermakna (p<0.05) antara sebelum dan sesudah terapi steroid intrakanal. Kelompok usia berhubungan dengan perubahan gejala klinis (p=0.006) sedangkan jenis kelamin berhubungan dengan perubahan pemeriksaan elektroneurografi.

Kesimpulan: Terdapat perbaikan klinis dan perbaikan elektroneurografi pada sindrom terowongan karpal dari penyandang DM tipe 2 pascaterapi steroid intrakanal. Perbaikan ini berhubungan dengan kelompok usia dan jenis kelamin

Kata Kunci: Sindroma Terowongan Karpal, DM tipe2, Terapi steroid Intrakanal

------------------------------------------------------------
* Peserta Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi FKUI, Jakarta ** Staf Departemen Neurologi FKUI / RSCM, Jakarta *** Staf Departemen Komunitas FKUI, Jakarta


Download Article