• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 36 No. 1 Desember 2018


TERAPI HIPEROSMOLAR SEBAGAI TATA LAKSANA EDEMA SEREBRI PASCACEDERA KEPALA: LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI
Ramdinal Aviesena Zairinal,* Irma Savitri Madjid,* Yetty Ramli,* Diatri Nari Lastri,* Adre Mayza*
HYPEROSMOLAR THERAPY FOR CEREBRAL EDEMA POST TRAUMATIC BRAIN INJURY: AN EVIDENCE-BASED CASE REPORT

ABSTRACT

Mannitol is an agent widely used to treat hyperosmolarity in cases of increased intracranial pressure after acute traumatic brain injury (TBI). Hypertonic saline is an alternative agent in such cases but is still not well-recognized in daily practice. Thus, a literature searching was conducted to see whether mannitol is more effective and safer than hypertonic saline in reducing intracranial pressure in patients with cerebral edema post TBI. The results of literature searching using PubMed, Google Scholar, and Cochrane Database of Systematic Review showed that there is no clear evidence suggesting mannitol is better than hypertonic saline, and vice versa. Therefore, hypertonic saline should be considered as an alternative treatment for hyperosmolarity besides mannitol.

Keywords: Cerebral edema, hyperosmolar therapy, hypertonic saline, mannitol, traumatic brain injury

ABSTRAK

Manitol sebagai agen terapi hiperosmolar untuk menurunkan tekanan intrakranial (TIK) pascacedera kepala telah digunakan secara luas. Sementara pilihan lainnya, yaitu larutan salin hipertonik, masih jarang diaplikasikan pada praktik sehari-hari. Oleh karena itu, dilakukan pencarian literatur untuk menilai efektivitas dan keamanan manitol dibandingkan larutan  salin  hipertonik  dalam  menurunkan  tekanan  intrakranial  berdasarkan  kasus  pasien  yang  mengalami  edema serebri pascacedera kepala. Hasil pencarian di PubMed, Google Scholar, dan Cochrane Database of Systematic Review menunjukkan belum ada bukti ilmiah yang secara tegas menyimpulkan manitol lebih efektif dan aman daripada larutan salin hipertonik maupun sebaliknya. Oleh karena itu, larutan salin hipertonik dapat dijadikan alternatif terapi hiperosmolar selain manitol.

Kata kunci: Cedera kepala, edema serebri, manitol, salin hipertonik, terapi hiperosmolar

------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: ramdinal.md@ui.ac.id

(Makalah ini telah dipresentasikan dalam sesi presentasi oral 16th Asian Oceanian Congress of Neurology 2018)


Download Article


Vol. 36 No. 1 Desember 2018


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics