• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 36 No. 1 Desember 2018


PENGARUH TEKNIK INJEKSI STEROID DENGAN TUNTUNAN ULTRASONOGRAFI TERHADAP LUARAN KLINIS PASIEN CARPAL TUNNEL SYNDROME
Mariana Sutopo,* Yudy Goysal,* David Gunawan Umbas,* Susi Aulina, Louis Kwandou,* Andi Alfian Zainuddin*

EFFECT OF STEROID INJECTION TECHNIQUE WITH ULTRASOUND GUIDANCE ON CLINICAL OUTCOMES IN CARPAL TUNNEL SYNDROME PATIENTS

ABSTRACT

Introduction: Carpal tunnel syndrome (CTS) is the most common entrapment neuropathy in the upper extremity and one of the diseases that causes disability, thereby reducing productivity. This study purpose is to determine the effect of steroid injection techniques with and without ultrasound guidance on clinical outcomes in patients with CTS.

Method: This study was a clinical trial with a non-randomized pretest-posttest-control group design. This study subjects were 36 patients with CTS, consisting of 18 wrists receiving steroid injection with ultrasound guidance and 18 wrists without ultrasound guidance.

Results: The results showed a significant change in the Symptom Severity Scale (SSS) and Functional Status Scale (FSS) (p<0.05) after treatment in the steroid injection group with and without ultrasound guidance. The results of the unpaired t-test on changes in the SSS between the groups who received steroid injection with ultrasound guidance and without ultrasound guidance showed no significant difference (p>0.05). The results of the Mann-Whitney test on changes in FSS scores between groups who received steroid injections with and without ultrasound guidance showed no significant differences (p>0.05).

Discussion: Decrease in Boston SSS and FSS after steroid injections in both groups were in accordance with theory that steroid injection can quickly bind directly to nerve cell receptors and inhibit production of proinflammatory mediators. Whereas results of the study comparing effectiveness of steroid injection techniques with ultrasound guidance and without ultrasound guidance were not significant because observations were only made for 1 week.

Keywords: Carpal tunnel syndrome, functional status scale, steroid injection, symptom severity scale, USG-guided

ABSTRAK

Pendahuluan: Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah neuropati jebakan yang paling sering pada ekstremitas atas dan merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan disabilitas, sehingga menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik injeksi steroid dengan dan tanpa tuntunan ultrasonografi terhadap luaran klinis pada pasien carpal tunnel syndrome.

Metode: Penelitian ini adalah uji klinis dengan rancangan non-randomized pretest-posttest-control-group. Penelitian ini dilakukan terhadap 36 pasien CTS, terdiri dari 18 pergelangan tangan yang mendapat injeksi steroid dengan tuntunan USG dan 18 pergelangan tangan tanpa tuntunan USG.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan Symptom Severity Scale (SSS) dan Functional Status Scale (FSS) yang bermakna (p<0,05) setelah perlakuan pada kelompok injeksi steroid dengan dan tanpa tuntunan USG. Hasil uji-t tidak berpasangan terhadap perubahan SSS antara kelompok yang mendapat injeksi steroid dengan tuntunan USG dan tanpa tuntunan USG menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0,05). Hasil uji Mann-Whitney terhadap perubahan skor FSS antara kelompok yang mendapat injeksi steroid dengan tuntunan USG dan tanpa tuntunan USG menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0,05).

Diskusi: Penurunan SSS dan FSS kuesioner Boston setelah dilakukan injeksi steroid pada kedua kelompok ini sesuai dengan teori bahwa injeksi steroid dapat dengan cepat berikatan langsung dengan reseptor sel saraf. Ikatan steroid dengan reseptor di sel saraf dapat menghambat produksi mediator proinflamasi. Sedangkan hasil penelitian yang membandingkan efektivitas teknik injeksi steroid dengan tuntunan USG dan tanpa tuntunan USG tidak bermakna karena pengamatan hanya dilakukan selama 1 minggu.

Kata kunci: Carpal tunnel syndrome, functional status scale, injeksi steroid, symptom severity scale, USG-guided

----------------------------------------------------------------------
*Departemen/SMF Neurologi, Universitas Hasanuddin/RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Korespondensi: sutopo.mariana@gmail.com


Download Article


Vol. 36 No. 1 Desember 2018


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics