• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol. 38 No. 2 Maret 2021


GAMBARAN ARSITEKTUR TIDUR PADA PASIEN TUMOR OTAK YANG MENGALAMI GANGGUAN TIDUR
Yesi Astri,* Manfaluthy Hakim,* Tiara Aninditha,*Renindra Ananda Aman,** Astri Budikayanti*

SLEEP ARCHITECTURE IN BRAIN TUMOR PATIENTS WITH SLEEP DISORDER

ABSTRACT

Introduction: Sleep disorder is commonly found in brain tumor patients (42-46%). It can be detected using the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) as a screening tool and confirmed by analyzing the sleep architecture obtained through a Polysomnographic (PSG) examination. The aim of this study is to evaluate the sleep architecture in brain tumor patients who experience sleep disorder.

Aim: To evaluate the sleep architecture in brain tumor patients who experience sleep disorder.

Methods: In this descriptive cross-sectional study, patients with primary brain tumor were screened for sleep disorder using the PSQI. The ‘poor sleepers’ would proceed to PSG examination.

Results: Of 40 participants, 14 were males and 26 were females with a mean age of 45.5±11,7 years old. The most prevalent tumor was meningioma (42.5%), while the most affected regions were the frontal lobe (40%) and the sellar-suprasellar region (27.5%). Poor sleep quality and difficulty in initiating sleep (>3 times per week) was reported in 77.5% and 60% of participants, respectively. All participants experienced reduced sleep duration, the majority of which demonstrated low sleep efficiency (87.5%). An estimate of 60% participants experienced headache at night and 50% took sleeping pills for these complaints. Most of them reported disruption in daytime activities. On PSG analysis, we observed shortening of sleep latency, reduced sleep efficiency, total sleep time, N2, N3, REM, arousal index, and increase of N1. There was a statistically significant difference between <5 hours of sleep duration and decrease of N3 phase (p<0.,05).

Discussion: Abnormal sleep architecture presents in brain tumor patients with sleep disorder.

Keywords: brain tumor, Pittsburgh Sleep Quality Index, polysomnography, sleep architecture

ABSTRAK

Pendahuluan: Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) merupakan alat ukur penapisan gangguan tidur. Evaluasi klinis lanjutan yang dilakukan terhadap pasien ini adalah dengan instrumen yang spesifik. Polisomnografi (PSG) merupakan gold standard untuk mendiagnosis gangguan tidur yang akan menghasilkan luaran berupa arsitektur tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran arsitektur tidur pada pasien tumor otak.

Tujuan: Mengetahui gambaran arsitektur tidur pada pasien tumor otak.

Metode: Studi ini bersifat deskriptif dengan metode potong lintang. Pasien poor sleepers akan dilakukan pemeriksaan PSG.

Hasil: Subjek penelitian terdiri dari 14 laki-laki dan 26 perempuan, dengan rerata usia 45,5±11,7 tahun. Tumor tersering adalah meningioma (42,5%) dengan keterlibatan lesi di lobus frontal dan sela-suprasela sebesar 40% dan 27,5%. Sebanyak 77,5% subjek menilai kualitas tidurnya kurang, kesulitan memulai tidur >3 kali seminggu dialami oleh 60% subjek. Lama tidur malam yang kurang dialami oleh seluruh subjek dan mayoritas subjek memiliki efisiensi tidur yang kurang (87,5%). Nyeri kepala sering dialami saat tidur di malam hari (60%). Subjek pernah mengkonsumsi obat tidur untuk keluhan tidur tersebut (50%). Mayoritas subjek mengalami gangguan aktivitas di siang hari (85%). Polisomnografi menunjukkan pemendekan sleep latency, berkurangnya sleep efficiency, total sleep time, persentase N2, persentase N3, persentase REM, arousal index 8,9 (0,4-36,9), dan peningkatan persentase N1. Terdapat kemaknaan secara statistik antara durasi tidur <5 jam dengan berkurangnya N3.

Diskusi: Terdapat abnormalitas arsitektur tidur pada pasien tumor otak yang mengalami gangguan tidur. Berkurangnya durasi tidur secara subjektif berhubungan dengan pemendekan N3 pada pemeriksaan PSG.

Kata Kunci: arsitektur tidur, pittsburgh sleep quality index, polisomnografi, tumor otak

---------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta;**Departemen Bedah Saraf, Fakultas Kedokteran Indonesia/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Korespondensi: yc_nichi@yahoo.com


Download Article