• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 26 No. 2 Januari 2009


PENGGUNAAN OBAT ANTIEPILEPTIK SEBAGAI PENCEGAHAN MIGREN
Karema Winifred*

Abstract
Some anti-epileptic drugs are proposed for the prophylactic treatment of migraine. Valproic acid and its sodium salt (divalproex) have been shown to be effective in preventing migraine in studies. Topiramate has recently been proposed for the treatment of unresponsive, high frequency migraine, taking into account both the GABA and glutamatergic mechanisms of action. Gabapentin, lamotrigine, levetiracetam and zonisamide have also been proposed for migraine prophylaxis. The main mechanism of action of anti-epileptic drugs is reduction of neuronal excitability, preventing the high, frequent action potentials typically excited by convulsive attacks, but more extensive studies are needed to confirm their efficacies.
Keywords: AED, migraine prophylaxis.

Abstrak
Beberapa obat antiepileptik dilaporkan dapat digunakan sebagai pengobatan profilaktis terhadap migren. Diantaranya valproic acid dan sodium valproat (divalproex) dilaporkan efektif dalam pencegahan migren. Pada akhir-akhir ini topiramat dianjurkan sebagai terapi migren bagi penderita yang tidak berespons terhadap pengobatan atau oleh karena tingginya frekuensi migren. Mekanisme kerja topiramate ini, berdasarkan efeknya sebagai GABA dan glutamatergik. Gabapentin, lamotrigin, levetirasetam dan zonisamid juga telah dianjurkan sebagai profilaksis migren. Mekanisme kerja obat anti epileptik (OAE) terutama adalah mengurangi eksitabilitas neuronal, mencegah tingginya dan frekuennya aksi potensial yang dicetuskan bangkitan kejang. Namun efektifitas semua obat ini sebagai profilaktis migren masih dibutuhkan lebih banyak penelitian.
Kata kunci: Obat Anti Epilepsi, profilaksis migren.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
* Staf Departemen Neurologi FK-UNSRAT/RSUP Prof. R.D.Kandou, Manado

 


Download Article