• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 26 No. 3 April 2009


PERBANDINGAN HASIL TERAPI PREDNISON TUNGGAL DAN KOMBINASI DENGAN ASIKLOVIR PADA BELL'S PALSY
Rosalina Febby Arifin*, Nani Kurniani**, Suryani Gunadharma**

ABSTRACT

Background: HSV type 1 reactivation was thought to be the etiology of facial nerve inflammation which is caused Bell’s palsy so that clinicians try to give acyclovir and prednisone.
Method: The purpose of this study is to compare outcome of combination therapy of acyclovir and prednisone with prednisone as single therapy. This was a randomized clinical control trial to all Bell’s palsy outpatients that met inclusion criteria and came to Department of Neurology Hasan Sadikin Hospital Bandung since April 1st until August 30th 2008. Patients randomly divided into group A (Acyclovir and Prednisone) and group B (Prednisone and placebo) given in 10 days. Severity of Bell’s palsy was assessed using House Brackmann Classification of Facial Function. Evaluation was done after 10 days of treatment and 30 days onset. Primary data was taken with double blind method. Of 44 Bell’s palsy patients in this study, 50% was in group A and the rest in group B.
Result: After 30 days onset, there are more good recovery patients in group A which is 20 patients (90%) than in group B which is 14 patients (63,6%) with p = 0,031.
Conclusion: Combination therapy of acyclovir and prednisone has significantly better outcome than prednisone as single therapy in Bell’s palsy (p = 0,031), especially in 4-5 House Brackmann Classification of Facial Function and given in first 3 days onset.
Keywords: Bell’s palsy, Prednisone, Acyclovir.

ABSTRAK

Latar belakang: Gejala klinis Bell’s palsy disebabkan inflamasi nervus fasialis yang kemungkinan diawali reaktivasi virus Herpes Simpleks tipe 1 sehingga beberapa ahli mencoba memberikan terapi asiklovir dan prednison.
Metode: Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil terapi kombinasi asiklovir dan prednison dengan terapi prednison tunggal pada penderita Bell’s palsy. Penelitian ini adalah suatu penelitian randomized clinical control trial terhadap semua penderita Bell’s palsy yang memenuhi kriteria inklusi, yang berobat ke Poliklinik Saraf Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung sejak 1 April sampai 30 Agustus 2008. Penderita secara acak dimasukkan dalam kelompok terapi A (Asiklovir dan Prednison) dan kelompok terapi B (Prednison dan plasebo), yang diberikan selama 10 hari. Derajat keparahan dinilai berdasarkan derajat House Brackmann Clasiffication of Facial Function. Evaluasi dilakukan setelah 10 hari terapi dan 30 hari awitan. Data primer diambil secara buta ganda. Dari 44 orang penderita Bell’s palsy yang masuk dalam penelitian ini, 50% masuk kelompok terapi A dan sisanya kelompok terapi B.
Hasil: Setelah 30 hari awitan, pada kelompok A ditemukan lebih banyak penderita yaitu 20 orang (90%) yang mengalami perbaikan daripada pada kelompok terapi B yaitu 14 orang (63,6%) dengan nilai p = 0,031.
Kesimpulan: Terapi kombinasi asiklovir dan prednison terbukti secara bermakna memberikan perbaikan klinis lebih baik daripada terapi prednison tunggal, terutama bila diberikan pada derajat awitan House Brackmann 4-5 dan diberikan dalam 3 hari pertama awitan.
Kata kunci: Bell’s palsy, Prednison, Asiklovir.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* PPDS Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK Unpad / RS Dr.Hasan Sadikin Bandung
** Staf Pengajar Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK Unpad/RS Hasan Sadikin Bandung

 


Download Article


Vol 26 No. 3 April 2009


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics