• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 26 No. 3 April 2009


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA GANGGUAN TIDUR PADA PENDERITA SINDROM PARKINSON
Nuke Ariyanie*, Thamrin Syamsudin**, Djadjang Suhana**, Yusuf Wibisono**

ABSTRACT
Background: Non motor symptoms of parkinsonism such as sleep disorders would play important role in maintaining patients’ quality of life. The purpose of this study is to evaluate factors that may influence the incidence of sleep disorders in patients with parkinsonism.
Methods: This was a observational comparative study with cross sectional design. Subject of study was divided into 39 control subjects and 41 patients with parkinsonism. Bivariate analysis used chi-square and independent t-test, while multivariate analysis used multiple logistic regression.
Results: Case group had a 5th (fifth) fold risk to develop depression and an 11th (eleventh) fold risk to develop sleep disorders. Depression has become the most influencing factor in developing sleep disorders. Hoehn & Yahr stage of disease more than III and levodopa dose of more than 281,71 mg/ day were the risk factors in developing sleep disorders measured only by PSQI.
Conclusion: Depression, Hoehn & Yahr stage of disease more than III and levodopa dose of more than 281,71 mg/ day were the risk factors in developing sleep disorders in parkinsonism.
Keywords: Age, stage of disease, high dose levodopa, depression, sleep disorders

ABSTRAK
Latar Belakang: Pembahasan sindrom parkinson banyak berada di seputar gejala motorik, padahal gejala non motorik juga tidak kalah pentingnya dalam penatalaksanaan sindrom ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan tidur pada penderita sindrom parkinson.
Metode: Penelitian ini merupakan studi komparatif observasional dengan rancangan potong lintang yang dilakukan pada 39 orang kelompok kontrol dan 41 orang kelompok penderita. Analisis bivariat menggunakan independent t-test, sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil: Kelompok penderita memiliki resiko mengalami depresi sebesar 5 (lima) kali lebih besar daripada kontrol dan resiko mengalami gangguan tidur sebesar 11 (sebelas) kali lebih besar daripada kelompok kontrol. Depresi merupakan faktor yang paling mempengaruhi terjadinya gangguan tidur. Stadium penyakit Hoehn & Yahr lebih dari III dan pemberian levodopa dosis diatas 281,71 mg/ hari merupakan faktor resiko terjadinya gangguan tidur berdasarkan PSQI.
Kesimpulan: Depresi, stadium Hoehn & Yahr lebih dari III dan penggunaan levodopa diatas 281,71 mg/ hari merupakan faktor-faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya gangguan tidur pada penderita sindrom Parkinson.
Kata kunci: Usia, stadium penyakit, levodopa dosis tinggi, depresi, gangguan tidur.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* PPDS-I Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK Unpad/ RS Dr.Hasan Sadikin Bandung
** Staf Pengajar Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK Unpad/ RS Dr. Hasan Sadikin Bandung

 


Download Article


Vol 26 No. 3 April 2009


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics