• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 26 No. 3 April 2009


SEFALGIA PADA PENDERITA OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA DI LABORATORIUM TIDUR RS MITRA KEMAYORAN, JAKARTA
Andreas Prasadja*, Maula Gaharu**

Abstract

Background: Cephalgia and sleep disorders has close relation both, hence Obstructive Sleep Apnea (OSA) as one of sleep disorder frequently causes cephalgia than other sleep disorders.
Objective: To evaluate cephalgia in Obstructive Sleep Apnea. 
Method: A cross-sectional studies on sleep disorder population who came to sleep laboratorium Mitra Kemayoran hospital Jakarta. Periode of studies since Januari until Desember 2007. Before the polysomnography examination, we gave a questioner of manifestation sleep disorders.
Result: There are 65 samples, only 4 has no OSA base on PSG examination. Degree of OSA severity are mild 21.3%, moderate 23.0% and severe 55.7%. Men 98.4%. Mean of age 43.86 y.o (SD 13.87). Dominan age group is >45 y.o (57.4%). Mean Body Mass Index (BMI) 26.53 (SD 5.14). Mean neck sircumscribe 44.84 cm (SD 7.99). Mean Apnea Hipopnea Index (AHI) 38.90 (SD 25.55) and lowest oxigen saturation 72.40% (SD 11.17). Fourty-two people has OSA and cephalgia (68.9%) with mean AHI 43.25 (SD 25.28), BMI 26.99 (SD 5.52), neck sircumscribe 45.92 cm (SD 8.18) and lowest oxigen saturation 71.69 (SD 11.50). There are significancy between cephalgia, AHI and OSA severity.
Conslusion: Cephalgia often followed sleep disorder OSA, so their co-morbidity need to find out for better management.
Keywords: Cephalgia, Obstructive Sleep Apnea (OSA).



Abstrak

Latar belakang: Sefalgia dan gangguan tidur diyakini terdapat keterkaitan antara keduanya, bahkan gangguan tidur Obstructive Sleep Apnea (OSA) lebih sering disertai sefalgia dibandingkan gangguan tidur lain.
Tujuan: Mengetahui sefalgia pada gangguan tidur Obstructive Sleep Apnea.
Metode: Penelitian potong lintang pada populasi penderita gangguan tidur yang dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Tidur RS Mitra Kemayoran Jakarta. Periode penelitian Januari hingga Desember 2007. Sebelum dilakukan pemeriksaan polisomnografi (PSG), pasien diberikan kuesioner mengenai manifestasi kilnis gangguan tidur.
Hasil: Dari 65 orang, hanya 4 orang tidak mengalami OSA berdasarkan pemeriksaan PSG. Derajat OSA pada sampel terdiri dari ringan 21.3%, sedang 23.0% dan berat 55.7%. Proporsi laki-laki 98.4%. Rerata usia 43.86 tahun (SD 13.87). Kelompok usia terbanyak pada kelompok usia >45 tahun (57.4%). Rerata Body Mass Index (BMI) 26.53 (SD 5.14). Rerata lingkar leher 44.84 cm (SD 7.99). Rerata Apnea Hipopnea Index (AHI) 38.90 (SD 25.55) sedangkan rerata saturasi oksigen terendah 72.40% (SD 11.17). Manifestasi sefalgia pada OSA didapatkan pada 42 orang (68.9%) dengan rerata AHI 43.25 (SD 25.28), BMI 26.99 (SD 5.52), lingkar leher 45.92 (SD 8.18) dan saturasi oksigen terendah 71.69 (SD 11.50). Didapatkan kemaknaan pada kejadian sefalgia dengan AHI dan derajat OSA.
Kesimpulan: Sefalgia sering kali menyertai gangguan tidur OSA, sehingga perlu dicermati komorbiditas tersebut pada tatalaksana sefalgia.
Kata kunci: Sefalgia, Obstructive Sleep Apnea (OSA).


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* : Dokter Sleep Technologist, Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran. Email: sleepclinic@mitrakeluarga.com
**: Dokter Spesialis Saraf RS Kepolisian Pusat Raden Said Sukanto


Download Article


Vol 26 No. 3 April 2009


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics