• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 26 No. 4 Juli 2009


GANGGUAN KOGNITIF PEKERJA LAKI-LAKI YANG MEMPUNYAI RISIKO TERPAJAN TIMBAL
Syamsidar, Silvia FL, Diatri NL

Abstract

Background : Lead is multimedia pollutant in environment and human. In central nerve system the initial symptom of lead neurotoxicity may manifests as cognitive function disorder.

Method : This was a cross sectional study about cognitive function disorder because of lead exposure. Subjects consisted of 50 male workers who have risk of lead exposure aged 20 - 54 years old. Subjects were analyzed according to age (< 41 and > 41 years old), education (elementary school, junior high school, and senior high school), working period (< 21 years and > 21 years) and working hours (7 hours and 8 hours). Air lead level was measured in the subjects? work place. Blood lead level was obtained from each subject. Cognitive function evaluation was performed with MMSE, Forward Digit Span, Backward Digit Span, Rey Auditory Verbal Learning Test, Rey Osterrieth Complex Figure, Trial Making Part A and B and Finger Tapping Test.

Result : Mean lead blood level from subjects was 14.27 m/dl with SD ? 6.37. All subjects have cognitive function disorder with prevalence of one cognitive domain disorder was 4 people (8 %), two cognitive domain disorder was 16 people (32 %), and three or more cognitive domain disorder was 30 people (60 %). Attention disorder was the largest proportion of cognitive function disorder (46 subjects). There were also executive function disorder, immediate memory impairment, retention disorder, psychomotor slowing, visuospatial disorder, delayed memory impairment, and recognition disorder in 44, 15, 13,12, 11, 9, and 7 subjects respectively. MMSE has significant relation with low education level and 7 working hours. Immediate memory impairment has significant relation with age above 41 and 7 working hours, while executive function impairment has significant relation only with age above 41.ROC analysis to blood lead level and cognitive function disorder resulted in cut off point of blood lead level = 10.48 m/dl with 80% sensitivity and 25% specificity.

Conclusion : Lead exposure has significant relationship with cognitive function disorder especially immediate memory and executive function impairment. The former domain has significant relation with age and daily working hours while the latest only with age.

Keywords : Lead, lead blood level, cognitive function disorder

Abstrak

Latar Belakang : Timbal merupakan polutan multimedia pada lingkungan dan manusia. Pada susunan saraf pusat gejala awal neurotoksisitas timbal dapat berupa gangguan fungsi kognitif.

Metode : Penelitian ini merupakan studi potong lintang untuk meneliti gangguan fungsi kognitif akibat pajanan timbal. Subjek terdiri atas 50 orang pekerja laki-laki yang berisiko terpajan timbal dengan rentang usia 20 - 54 tahun. Subjek dianalisis menurut umur (< 41 tahun dan > 41 tahun), pendidikan (SD, SLP, dan SLA), masa kerja (< 21 tahun dan > 21 tahun) serta jam kerja (7 jam dan 8 jam). Dilakukan pemeriksaan kadar timbal udara di tempat para subjek bekerja dan sampel darah tiap subjek. Evaluasi fungsi kognitif dilakukan dengan MMSE, Forward Digit Span, Backward Digit Span, Rey Auditory Verbal Learning Test, Rey Osterrieth Complex Figure, Trial Making Part A dan B serta Finger Tapping Test.

Hasil : Rata-rata kadar timbal dalam darah pada subyek penelitian adalah 14,27 mg/dl dengan SD ? 6,37. Semua subyek penelitian mengalami gangguan fungsi kognitif dengan prevalensi gangguan pada satu domain kognitif sebanyak 4 orang (8%), gangguan dua domain kognitif 16 orang (32%), serta gangguan tiga atau lebih gangguan domain kognitif 30 orang (60%). Proporsi gangguan kognitif terbanyak adalah gangguan atensi sebanyak 46 orang. Terdapat pula gangguan fungsi eksekutif pada 44 orang, memori segera 15 orang, retensi 13 orang, perlambatan kecepatan psikomotor 12 orang, visuospasial 11 orang, memori tertunda 9 orang, dan gangguan rekognisi 7 orang. MMSE memiliki hubungan yang bermakna dengan subyek yang memiliki pendidikan rendah (SD) dan jam kerja 7 jam. Gangguan memori segera memiliki hubungan bermakna dengan usia di atas 41 tahun dan jam kerja 7 jam, sedangkan gangguan fungsi eksekutif hanya memiliki hubungan bermakna dengan usia diatas 41 tahun. Analisis ROC terhadap kadar timbal dalam darah dengan gangguan fungsi kognitif diperoleh cut off point kadar timbal dalam darah adalah 10,48 mg/dl dengan tingkat sensitifitas 80% dan spesifisitas 25%.

Kesimpulan : Paparan timbal memiliki hubungan bermakna dengan gangguan fungsi kognitif terutama memori segera dan fungsi eksekutif. Domain memori segera memiliki hubungan bermakna dengan umur dan jam kerja sedangkan fungsi eksekutif hanya memiliki hubungan bermakna dengan umur.

Kata Kunci : timbal, kadar timbal darah, gangguan fungsi kognitif


Download Article