• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 26 No. 4 Juli 2009


PERAN SITOKIN DALAM MEKANISME NYERI NEUROPATIK
Thomas Eko P, Purna Putra

Abstract

Recently, it become clear that inflammatory and immune mechanism both in the periphery and the central nervous system play an important role in neuropathic pain. Infiltration of inflammatory cells, as well as activation of resident immune cells in response to nervous system damage, leads to subsequent production and secretion of various inflammatory mediators. These mediators promote neuroimmune activation and can sensitize primary afferent neurons and contribute to pain hypersensitivity, inflammatory cells such as mast cells, neutrophils, macrophages and T lymphocytes have all been implicated, as have immune-like glial cells such as microglia and astrocytes.
Neuropathic pain management is currently aimed only at reducing symptoms, generally by suppressing neuronal activity. In contrast, modulating the immune response to nerve injury and targeting glia may provide opportunities for disease modification by aborting neurobiological alterations that support the development of persistent pain.

Key Word : neuropathic pain, immune response,inflammatory mediator.

Abstrak

Mekanisme terjadinya nyeri neuropatik sangat komplek dan sampai sekarang masih belum jelas diketahui. Dahulu dikira hanya neuron dengan neurotransmiternya yang berperan dalam mekanisme nyeri neuropatik, sehingga pendekatan terapi dengan target sel neuron seringkali hasilnya kurang memuaskan. Data penelitian akhir-akhir ini menunjukkan adanya bukti-bukti klinis yang kuat bahwa proses inflamasi dan respon imun berperan penting dalam mekanisme nyeri neuropatik, dimana sel mikroglia dengan sitokinnya memegang peranan kunci pada patogenesis dan maintenance nyeri persisten, melalui mekanisme perifer dan sentral dari nosiseptor. Dengan memahami lebih mendalam peran sitokin dalam mekanisme nyeri neuropatik diharapkan kita dapat melakukan pengelolaan pasien dengan lebih baik dan rasional.

Kata Kunci : nyeri neuropatik, respon imun, inflamasi.


Download Article