• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 26 No. 4 Juli 2009


PERBANDINGAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PADA KEJADIAN STROKE
Nurdjaman Nurimaba

Abstract

Background: Hypertension is a strong predictor for stroke intracerebral hemorrhage or infarction. Previously diastolic hypertension only become strong predictor in stroke patient. But in the data of isolated systolic hypertension, diastolic tension less than 90mmHg, intracerebral hemorrhage mostly occurred. The purpose of this investigation to know limitation of systolic and diastolic hypertension correlation with intracerebral and atherotrombotic stroke.

Method: The method of this investigation : retrospective, observational and cross sectional, done in department of neurology Hasan Sadikin Hospital from 1 januari 2006 ? 30 December 2008.

Result: In this investigation found 120 stroke patients, consist 60 patients with intracerebral hemorrhage in 60 patients with infarction. Consist of male patient 41 (34.2%) and female patients 79 (65.8%). Mostly intracerebral hemorrhage or infarction occurred in 56-65 years old. The mean of the diastolic and systolic tension in intracerebral hemorrhage more higher significantly than atherotrombotic infarction (p <0,05). Cut off systolic tension in intracerebral hemorrhage is 165mmHg, and diastolic tension is 95 mmHg.

Conclusion: Cut off systolic and diastolic tension can be used for differentiation intracerebral hemorrhage and atherotrombotic infarction.

Keywords: systolic hypertension , diastolic hypertension, Stroke

Abstrak

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor prediktor terkuat terhadap kejadian perdarahan intraserebral dan infark aterotrombotik. Tekanan darah diastolik pada awalnya dianggap sebagai penanda yang mampu memberikan prediksi kejadian perdarahan intraserebral atau infark. Namun pada kasus isolated systolic hypertension dimana tekanan darah diastolik tetap berada <90mmHg, perdarahan intraserebral kerap terjadi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui batas tekanan darah sistolik maupun diastolik yang menyebabkan kejadian stroke perdarahan intraserebral maupun kejadian stroke infark aterotrombotik.

Metode: Penelitian ini adalah observasional dan rancangan potong lintang dengan pendekatan retrospektif, dilakukan dengan mengumpulkan laporan pasien pada periode 1 januari 2006 ? 30 Desember 2008 di Bagian Ilmu Penyakit Saraf Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung.

Hasil: Ditemukan 120 pasien dengan diagnosis stroke perdarahan intraserebral dengan jumlah 60 pasien dan stroke infark aterotrombotik dengan jumlah 60 pasien. Terdiri dari pasien pria 41 (34.2%) pasien dan wanita 79 (65.8%) pasien. Kejadian stroke, terbanyak terjadi pada usia 56-65 baik pada perdarahan intraserebral maupun stroke infark aterotrombotik Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik lebih tinggi pada perdarahan intraserebral dari pada stroke infark aterotrombotik secara bermakna (p <0,05). Nilai cut off tekanan darah sistolik pada perdarahan intraserebral adalah 165mmHg sedangkan nilai cut off tekanan darah diastolik pada perdarahan intraserebral adalah 95 mmHg.

Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa nilai cut off tekanan darah sistolik dan diastolik dapat digunakan untuk membedakan stroke perdarahan intraserebral dan stroke infark aterotrombotik.

Kata kunci : Tekanan darah sistolik, Tekanan darah diastolik, Stroke


Download Article