• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 2 Januari 2010


PREVALENSI NYERI PUNGGUNG BAWAH SEDERHANA DAN FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PEKERJA ANGKAT ANGKUT MANUAL
Shierly Halim*

(Penilaian faktor risiko berdasarkan TheRevisedNational Institute for Occupational Safety and Health 1994)

Abstract

Introduction:
Around 50% labours have simple low back pain per year. The awkward position during lifting with over limit has been suggested by National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), could be a potential risk of back injury. This study aims to identify prevalence of simple low back pain (LBP) and affected factors of manual handling labours.

Methods: The study conducted cross sectional design,period October 2008 - June 2009 with total population at company A (East Jakarta). The data was gathered by interview, physical examination, neurological examination and working posture analysis. The variable studied were host factors, agent factors, environment and component of lifting index.
Results: Out of 128 respondents, 90 respondents (70.3%) suffered simple LBP. The angle flexion factor greater than 45o (adjusted odds ratio(OR) =29.18), composite lifting index NIOSH more than 3.0 (adjusted OR =26.02) had a significant relation with simple LBP. The Components of lifting index that had a significant association with simple low back pain were vertical multiplier < 0.89 (adjusted OR =38.60), asymmetry multiplier < 0.90 (adjusted OR = 24.61) and horizontal multiplier < 0.63 (adjusted OR =8.23), have significant relation with simple LBP.
Conclusion and Suggestion: The predominant factor causing simple LBP was angle flexion greater than 45o. The predominant component lifting index causing simple LBP was vertical multiplier < 0.89. It is important to concern training ergonomic manual handling and need to set reposition vertical origin of the object.
Keywords: Angle flexion, lifting index,simple low back pain.

ABSTRAK
Pendahuluan: Sekitar 50% pekerja mengalami nyeri punggung bawah sederhana per tahun.Sikap tubuh janggal saat bekerja dengan beban angkat yang melebihi beban yang dianjurkan oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) merupakan faktor risiko potensial terjadinya cidera pada punggung bawah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi nyeri punggung bawah sederhana dan faktor yang berpengaruh pada pekerja angkat angkut.
Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan seluruh total populasi di PT A (Jakarta Timur) periode Oktober 2008-Juni 2009. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis, dan pengamatan sikap tubuh saat bekerja. Variabel yang diteliti adalah karakteristik pekerja, faktor agen, lingkungan kerja dan komponen lifting index.
Hasil: Dari 128 responden didapatkan 90 responden (70,3%) mengalami nyeri punggung bawah. Faktor sikap tubuh fleksi lebih dari 45o(Odds ratio(OR) sesuaian=29,18), composite lifting index lebih dari 3,0 (OR sesuaian =26,02) memiliki hubungan bermakna dengan nyeri punggung bawah sederhana. Faktor komponen lifting index yang bermakna terhadap nyeri punggung bawah sederhana adalah vertikal multiplier<0,89 (OR sesuaian=38,60), faktor asimetri multiplier<0,90 (OR sesuaian=24,61) dan horisontal multiplier<0,63 (OR sesuaian =8,23).
Kesimpulan dan saran: Faktor risiko yang paling dominan terhadap timbulnya nyeri punggung bawah sederhana pada pekerja angkat angkut adalah sudut fleksi lebih dari 45o. Faktor komponen lifting index yang paling dominan adalah vertikal multiplier<0,89. Perlu dilakukan pelatihan pada pekerja mengenai cara angkat angkut yang ergonomi dan pengaturan kembali mengenai ketinggian asal benda.
Kata kunci: Lifting index, nyeri punggung bawah sederhana, sudut fleksi


------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* Peserta Program Magister Kedokteran Kerja FKUI, Jakarta

 


Download Article


Vol 27 No. 2 Januari 2010


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics