• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 27 No. 2 Januari 2010


LAJU ENDAP DARAH SEBAGAI PREDIKTOR AWAL KELUARAN PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT
Kemal Imran*

Abstract

Introduction: In the recent study, there is a positive correlation between erythrocyte deformability, the amount of erythrocyte and low shear rate which is impact to cerebral perfusion. By reducing the cerebral perfusion could be increasing the infarction size and worsening clinical manifestation. The erythrocyte sedimentation rate (ESR) is a simple method and an indirect marker of erythrocyte deformability. If any conditions that increased the amount of fibrinogen and other macroglobulin, then there is also an increasing the ESR. By this concept we did the research to explore the correlation between erythrocyte component and the outcome of ischaemic stroke.
Aim: To evaluate whether the ESR can be used as a clinical prognostic value.
Methods: Consecutive cross sectional study and explore the intensity of acute-phase response by the correlation test between the ESR within 72 hours from the onset of stroke and the outcome at day 7 measured by National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) and whether provided further information concerning the short term out come.
Results: Fifty one acute ischaemic stroke patents, within 72 hours from clinical onset enrooleed in this study. All patients had neuroimaging and routine blood test, including ESR. Twenty eight patients (54,9%) had increased ESR. The ESR increased (men >13 and women > 20) as the NIHSS was high. With Spearman Correlation Test coefficient correlation is moderate (r=0,642) and was significant correlated (p<0,001).
Conclusion: The ESR is a predictor of short term stroke outcome. These findings might be indicative hyperviscosity and the erythrocyte deformability changes.
Keywords: Erythrocyte sedimentation rate,ischaemic stroke, prognosis.



ABSTRAK
Pendahuluan: Pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh beberapa peneliti, didapatkan hasil adanya korelasi positif antara kemampuan deformabilitas eritrosit, jumlah eritrosit dan shear rate rendah terhadap perfusi otak yang akhirnya akan mempengaruhi keluaran pasien stroke iskemik. Hal ini bisa dilihat dengan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). LED merupakan metode yang murah dan merupakan petunjuk tidak langsung terhadap deformabilitas eritrosit. Jika ada kondisi yang meningkatkan kadar fibrinogen atau makroglobulin lainnya akan menyebabkan eritrosit mengendap lebih cepat. Dengan melihat konsep ini kami melakukan penelitian untuk mengeksplorasi korelasi antara komponen eritrosit dengan keluaran klinis stroke iskemik
Tujuan: Untuk menilai, apakah LED ini mempunyai nilai prognostic research.
Metode: Dilakukan studi potong lintang sesuai kriteria seleksi. Semua subyek terpilih, dilakukan pemeriksaan neuroimejing dan darah rutin, termasuk LED. Selanjutnya dilakukan analisa apakah ada hubungan keluaran klinis jangka pendek dengan melakukan uji korelasi antara LED pada pasien dalam 72 jam sejak onset stroke dengan keluaran klinis 7 hari kemudian yang diukur dengan National Institute Of Health Stroke Scale (NIHSS).
Hasil: Didapatkan 51 pasien stroke iskemik akut dalam 72 jam dari onset klinis. Sebanyak 28 pasien (54,9%) terdapat peningkatan LED dengan nilai pada laki-laki >13mm/jam pertama dan wanita >20 mm/jam pertama yang sebanding dengan peningkatan NIHSS. Dengan uji korelasi Spearman, didapatkan hasil koefesien korelasinya moderat (r=0,642) dan berhubungan bermakna (p < 0,001)
Kesimpulan: LED adalah prediktor jangka pendek untuk keluaran stroke iskemik. Temuan ini dapat menjadi suatu indikasi adanya hiperviskositas dan perubahan deformabilitas eritrosit pada fase akut stroke iskemik.
Kata kunci: Laju endap darah 72 jam, NIHSS 7 hari, stroke iskemik fase akut.


---------------------------------------------------------------------------------------------
* Dokter Spesialis Saraf RS.Fatmawati, Jakarta

 


Download Article


Vol 27 No. 2 Januari 2010


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics