• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 28 No. 3 April 2011


PERBANDINGAN EFEK KOMBINASI MANUVER EPLEY DAN BRANDT-DAROFF DENGAN MANUVER EPLEY TERHADAP PERBAIKAN DERAJAT KLINIS BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO (BPPV)
Meryana*, A. Kurnia Bintang**, Muh. Akbar**, Susi Aulina**, Yudy Goysal**, Arifin Limoa***

ABSTRACT

Introduction: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) is the commonest cause o vertigo cases. The main therapy of BPPV is otolith reposition with Epley Maneuver. Brandt-Daroff maneuver also can be performed as central habituation exercise.

Aim
: of this research was to compare the effect between combination of Epley and Brandt-Daroff Maneuvers and Epley Maneuver only to clinical degree of Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).


Method
: This clinical trial was held in teaching hospitals of Neurology Departement of Hasanuddin University in idiopathic BPPV patients on February 2008 - April 2009. The subjects were devided into 2 groups consecutively: group with Epley maneuver only, and group with combination of Epley and Brandt-Daroff maneuvers. The clinical degree in the two groups was assessed with DHI score (Dizziness Handicap Score, consisted of emotional, functional, and physical aspects) before therapy and on 16th day after therapy. The comparison of clinical degree between pre-therapy and post-therapy in the two groups was analyzed using Wilcoxon Signed Rank test. The comparison of clinical degree after therapy and improvement of clinical degree between the two groups were analyzed U-Mann Whitney test.


Results:
Fifty subjects were devided into group with Epley maneuver only, and group with combination of Epley and Brandt-Daroff maneuvers. Two groups were homogen in sex, age, and pre-therapy DHI score. After therapy, there was significant decrease of DHI score in all aspects in both groups (each aspect p=0,000). Post-therapy DHI score in group of Epley and Brandt-Daroff maneuvers was better compared to Epley maneuver only, with significant difference in functional aspect (p=0,005). The improvement of DHI score was higher in group with combination of Epley and Brandt-Daroff maneuvers compared to Epley maneuver only in functional aspect (p=0,050).


Conclusion
: The combination therapy of Epley and Brandt-Daroff maneuvers has better clinical improvement compared to Epley maneuver only in the patient’s functional aspect.


Keywords
: DHI score , Epley and Brandt-Daroff maneuvers, Epley maneuver, idiopathic BPPV

ABSTRAK

Pendahuluan: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan penyebab tersering kasus vertigo. Terapi utama BPPV adalah reposisi otolit dengan manuver Epley. Dapat pula diterapkan manuver Brandt-Daroff yang bekerja sebagai latihan habituatif sentral.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan efek kombinasi manuver Epley dan Brandt-Daroff dengan manuver Epley saja terhadap perbaikan derajat klinis penderita BPPV.

Metode: Studi clinical trial dilakukan pada penderita BPPV idiopatik di jejaring rumah sakit pendidikan Bagian Saraf FK Unhas Makassar sejak Februari sampai April 2009. Sampel dibagi atas 2 kelompok secara berurutan (consecutive), yaitu kelompok yang mendapat perlakuan manuver Epley saja, dan kelompok yang mendapat manuver Epley dan Brandt-Daroff. Derajat klinis penderita dinilai dengan skor DHI (Dizziness Handicap Score, yang terdiri dari aspek emosional, fungsional, dan fisik), sebelum perlakuan dan setelah perlakuan (16 hari setelah kunjungan). Dilakukan uji perbandingan derajat klinis sebelum dan sesudah tindakan pada kedua kelompok dengan uji Wilcoxon Signed Rank. Perbandingan derajat klinis setelah tindakan serta perbaikan derajat klinis antara kedua kelompok dianalisis dengan uji U-Mann Whitney.

Hasil: Lima puluh subjek penelitian dibagi atas kelompok manuver Epley dan Brandt-Daroff, dan kelompok manuver Epley saja, masing-masing kelompok 25 orang. Kedua kelompok homogen dalam hal jenis kelamin, umur, dan skor DHI sebelum tindakan. Setelah terapi, terdapat penurunan skor DHI yang bermakna pada semua aspek skor DHI pada kedua kelompok (masing-masing p=0,000). Skor DHI setelah tindakan pada kelompok manuver Epley dan Brandt-Daroff lebih baik daripada kelompok manuver Epley, dengan perbedaan bermakna pada aspek fungsional (p=0,005). Perbaikan skor DHI lebih besar pada kelompok manuver Epley dan Brandt-Daroff dibandingkan dengan kelompok manuver Epley pada aspek fungsional (p=0,050).

Kesimpulan: Kombinasi manuver Epley dan Brandt-Daroff memberikan perbaikan derajat klinis BPPV yang lebih besar dibandingkan manuver Epley saja pada aspek fungsional penderita.

Kata kunci: BPPV idiopatik, manuver Epley, manuver Epley dan Brandt-Daroff, skor DHI

-----------------------------------------------------------------------------------------------
*Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Lulus Spesialis dari Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK Universitas Hasanuddin / RS Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar, **Lab/SMF Ilmu Penyakit Saraf FK Universitas Hasanuddin / RS Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar, ***Alm,Lab/SMF Ilmu Penyakit Saraf FK Universitas Hasanuddin/ RS Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar

 


Download Article


Vol 28 No. 3 April 2011


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics