• Neurona merupakan satu-satunya jurnal yang memuat perkembangan penelitian dan kasus terbaru bidang neurosains di Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap 3 bulan sekali oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf di Indonesia.

  • Sekretariat:
    Departemen Neurologi FKUI/
    RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

    Jl. Salemba Raya No. 6 Jakarta 10430, Indonesia
    Telp. +62 21 31903219    Fax. +62 21 2305856
    Phone: 081380651980
    Email: neurona.perdossi@gmail.com

  • Pilih Edisi
    PETUNJUK PENULIS PENGAJUAN ARTIKEL SURAT KOMITMEN SURAT TIDAK PLAGIAT

    Silahkan unduh kelengkapan pengiriman artikel tersebut dan kirimkan kembali ke email redaksi setelah diisi.

Vol 28 No. 3 April 2011


FAKTOR FAKTOR RISIKO GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA PENYANDANG LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (LES)
Rakhmad Hidayat*, Diatri Nari Lastri**, Nanang Sukmana***, Herqutanto****

ABSTRACT

Introduction: Systemic lupus erythematosus (SLE) is an autoimmune inflammatory chronic disease that could affect the nervous system with cognitive impairment as the most frequent manifestation. This cognitive impairment could influence morbidity and mortality of SLE patients. The aim of this study was to identify risk factors for the presence of cognitive impairment in SLE patients.

Method
: This was a cross-sectional study with all SLE patients who came to clinic in RSCM as the target population. The patient’s cognitive function was examined using Mini Mental Status Examination (MMSE), Trail Making Test part A and B, Grooved Pegboard, Rey Osterrieth Complex Figure (ROCF), and Rey Auditory Verbal Learning Test (RAVLT). The assesed risk factors were age, age of onset, duration of having SLE, education, dose of steroid, duration of receiving steroid, target organ, psychosocial stress, depression or anxiety and disease activity of SLE (SLEDAI).


Results:
Cognitive impairment was found in 63,8% of 69 subjects. The most affected cognitive domains were executive function (49,3%) and visuospatial (43,5%). Significant risk factors were age on examination >30 years old. If risk factors were related with with specific cognitive impairment (visuospatial and executive function) than we found additional significant risk factors which were age of onset >30 years old, duration of having SLE >5,6 years, and middle education status.


Conclusion
: The prevalence of cognitive impairment in SLE patients was 63,8%. The most affected cognitive domains were executive function and visuospatial. Significant risk factors for the presence of cognitive impairment on SLE patients were age >30 years, age of onset >30 years, duration of having SLE >5,6 years, and middle education status.


Keywords
: Cognitive impairment, risk factors, systemic lupus erythematosus

ABSTRAK

Pendahuluan: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit kronik inflamatif autoimun yang dapat melibatkan berbagai sistem organ termasuk sistem saraf dengan manifestasi klinis terbanyak berupa gangguan kognitif. Gangguan kognitif ini dapat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas penyandang LES. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor risiko munculnya gangguan kognitif pada penyandang LES.

Metode: Studi potong lintang dengan populasi target semua penyandang LES yang berobat di poliklinik di RSCM. Pemeriksaan fungsi kognitif yang dilakukan adalah Mini Mental Status Examination (MMSE), Trail Making Test part A dan B, Grooved Pegboard, Rey Osterrieth Complex Figure (ROCF) dan Rey Auditori Verbal Learning Test (RAVLT). Pemeriksaan faktor risiko yang dilakukan adalah usia, usia onset, lama menderita LES, tingkat Pendidikan, dosis terapi steroid, lamanya terapi steroid, banyaknya target organ, stresor psikososial, terdapatnya depresi dan atau ansietas dan Aktivitas Penyakit LES (SLEDAI).

Hasil: Dari 69 sampel gangguan kognitif ditemukan 63,8%. Gangguan rana kognitif terbanyak yaitu visuospasial(43,5%) dan fungsi eksekutif(49,3%). Faktor risiko yang dinilai bermakna adalah usia saat diperiksa >30 tahun. Jika faktor risiko dihubungkan dengan gangguan kognitif spesifik yaitu visuospasial dan fungsi eksekutif, maka didapatkan tambahan faktor risiko yang dinilai berperan adalah usia onset diatas 30 tahun, lama menderita LES > 5,6 tahun dan pendidikan menengah.

Kesimpulan: Prevalensi gangguan kognitif pada penderita LES adalah 63,8%. Rana kognitif yang sering terganggu adalah fungsi eksekutif dan visuospasial. Faktor risiko yang berperan pada munculnya gangguan kognitif pada penyandang LES adalah usia diatas 30 tahun, onset usia diatas 30 tahun, lama menderita LES lebih 5,6 tahun dan pendidikan menengah.

Kata kunci: Faktor risiko, gangguan kognitif, lupus eritematosus sistemik

------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Departemen Neurologi FK Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, **Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ***Departemen Ilmu Komunitas FK Universitas Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta

 


Download Article


Vol 28 No. 3 April 2011


  Terakreditasi DIKTI Nomor: 12/M/Kp/II/15

 

Terindeks di



Statistik Pengunjung
Visitors today 0
Page views today 0
Total visitors 0
Total page views 0
Flag Counter Powered by Google Analytics